Baru.png

Diduga Hanyut Usai Melarikan Diri, Seorang Pria Asal Desa Muara Sibuntuon Ditemukan Meninggal di Pantai Lumut Maju

banner 120x600

Cakrawalanational.news-Tapanuli Tengah Sumatera Utara, Seorang pria bernama Kurniawan Zendrato, 36, ditemukan meninggal dunia di pesisir pantai Dusun III, Desa Lumut Maju, Kecamatan Lumut, Kabupaten Tapanuli Tengah, Minggu (9/8/2026) sekitar pukul 06.00 WIB. Korban diduga hanyut setelah sebelumnya melompat ke Sungai Garoga saat diamankan terkait dugaan pencurian buah kelapa sawit milik PT MIR.

Informasi tersebut diterima pers pada Senin (10/8/2026) siang dari Kapolsek Sibabangun Iptu Totok C Wahono SH MH, Polres Tapanuli Tengah, Polda Sumatera Utara. Penanganan perkara dilakukan bersama pemerintah desa, Tim Inafis Polres Tapanuli Tengah, pihak keluarga, serta instansi terkait.

Kapolsek Sibabangun menyampaikan peristiwa bermula pada Jumat sekitar pukul 14.19 WIB saat petugas keamanan PT MIR bersama sejumlah karyawan dan warga mengamankan empat orang yang diduga melakukan pencurian buah kelapa sawit di areal perkebunan PT MIR yang berada di Dusun III, Desa Lumut Maju.

Keempat orang yang diamankan masing-masing berinisial KZ, 36, RG, 34, BZ, 17, dan NG, 47.

Dalam proses pengamanan tersebut, menurut keterangan sejumlah saksi, Kurniawan Zendrato diduga melompat ke Sungai Garoga dan berenang menjauhi lokasi. Saksi menerangkan korban masih terlihat dalam keadaan hidup saat berada di sungai sehingga tidak dilakukan pengejaran lebih lanjut.

Dua hari kemudian, Minggu (9/8/2026) sekitar pukul 06.00 WIB, seorang warga menemukan sesosok mayat di pesisir pantai Dusun III, Desa Lumut Maju. Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada warga lainnya dan diteruskan kepada pihak kepolisian.

Setelah dilakukan identifikasi, korban diketahui bernama Kurniawan Zendrato, 36, warga Dusun II, Desa Muara Sibuntuon, Kecamatan Sibabangun, Kabupaten Tapanuli Tengah.

Menindaklanjuti penemuan tersebut, personel Polsek Sibabangun bersama Tim Inafis Polres Tapanuli Tengah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan barang bukti, meminta keterangan para saksi, serta berkoordinasi dengan RSUD Pandan terkait pemeriksaan terhadap jenazah.

Saat dikonfirmasi oleh Pers, pihak Polsek Sibabangun, Polres Tapanuli Tengah, Polda Sumatera Utara menyampaikan bahwa kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan. Penyidik masih terus mengumpulkan alat bukti dan meminta keterangan dari para saksi guna mengungkap secara utuh rangkaian peristiwa serta memastikan penyebab kematian korban berdasarkan fakta hukum.

Sementara itu, pihak keluarga korban yang ditemui sebelum menjemput jenazah almarhum di RSUD Pandan berharap aparat penegak hukum dapat mengusut tuntas kasus tersebut. Keluarga meminta agar penyebab kematian almarhum dapat diungkap secara objektif, transparan, sesuai fakta, serta berdasarkan hasil penyelidikan dan pembuktian yang sebenarnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak keluarga telah melakukan pengambilan Zenazah di RSUD Pandan untuk di bawa kerumah keluarga sementara proses  penyelidikan masih berlangsung. Kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi ataupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, sembari menunggu hasil resmi dari proses penyelidikan yang sedang dilakukan. Situasi di wilayah hukum Polres Tapanuli Tengah dilaporkan tetap aman dan kondusif.

(YS/CNN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *