Cakrawalanational.news–Kualatungkal, Dermaga Penyeberangan Sungai Limau di Desa Sungai Landak, Kecamatan Senyerang, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi, ambruk saat proses pengerjaan lanjutan. Peristiwa pada 20 Mei 2026 pukul 11.15 WIB itu menewaskan dua pekerja.
Korban adalah Iyan, 35 tahun, dan Nur Antoni alias Toni, 42 tahun. Keduanya terjatuh ke Sungai Pengabuan setelah struktur dermaga runtuh.
Proyek dermaga dikerjakan Dinas PUPR Kabupaten Tanjung Jabung Barat pada 2024 dengan anggaran Rp5,06 miliar. Hingga saat kejadian, bangunan tersebut belum pernah dioperasikan. Warga menilai kualitas konstruksinya patut dipertanyakan karena sudah mengalami kerusakan sebelum ambruk.
Dua bulan setelah kejadian, belum ada keterangan resmi dari Polda Jambi maupun Polres Tanjung Jabung Barat terkait perkembangan penyelidikan.
Seorang tokoh masyarakat yang enggan disebut namanya mendesak aparat segera memberikan kepastian hukum.
“Warga meminta seluruh pihak yang terkait dengan pembangunan, pengawasan, maupun pelaksanaan proyek diperiksa sesuai fakta dan bukti hukum apabila ditemukan adanya dugaan kelalaian,” ujarnya.
Masyarakat berharap proses hukum berjalan objektif, transparan, dan memberikan keadilan bagi keluarga korban.
(ARIFIN/CNN)










Tinggalkan Balasan