Baru.png

Lulus Magna Cumlaude IPK 3,96, Putri Penjaga Warung di Belitung Dapat Beasiswa Ners dari PT Timah

banner 120x600

Cakrawalanational.news-Tanjungpandan Belitung, Keterbatasan biaya sempat membuat Annida Shafa Mahfudzah, lulusan terbaik Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang, menunda melanjutkan pendidikan. Prestasi akademik dengan IPK 3,96 atau magna cumlaude justru membukakan jalan bagi putri Tanjungpandan, Belitung Kepulauan Babel itu untuk melanjutkan studi hingga profesi Ners, Sabtu (3/10/2026).

Dukungan itu datang dari PT Timah Tbk yang memberikan bantuan biaya pendidikan lanjutan bagi Annida.

Annida sebelumnya menempuh pendidikan Diploma III Keperawatan di Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang, Program Studi DIII Keperawatan Belitung. Ia menjadi salah satu lulusan terbaik tahun ini.

“Awalnya saya hanya berusaha menjalani kuliah sebaik mungkin. Saya tidak menunda tugas, sering berkonsultasi dengan dosen dan berusaha sungguh-sungguh. Alhamdulillah, saya tidak menyangka bisa menjadi salah satu lulusan terbaik,” kata Annida.

Setelah lulus D3, Annida berencana melanjutkan ke jenjang Strata 1 Ilmu Keperawatan. Rencana itu hampir tertunda. Kedua orang tuanya di Tanjungpandan hanya mengandalkan penghasilan dari warung sembako untuk menghidupi empat anak. Sebagai anak bungsu, Annida sempat berpikir untuk bekerja terlebih dahulu.

“Di tengah situasi tersebut, dukungan pendidikan dari PT Timah menjadi kesempatan yang sangat berarti,” ujar dia.

Melalui program beasiswa tersebut, Annida kini melanjutkan pendidikan S1 Ilmu Keperawatan di Universitas ‘Aisyiyah Bandung hingga pendidikan profesi Ners. Bantuan mencakup biaya pendidikan selama dua jenjang tersebut.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada PT Timah. Bantuan ini sangat berarti untuk kelancaran kuliah saya dan meringankan beban keluarga,” kata Annida.

Bagi Annida, beasiswa itu bukan sekadar bantuan finansial, melainkan motivasi untuk menyelesaikan studi tepat waktu dan mengabdi di bidang kesehatan.

“Ini menjadi motivasi besar bagi saya untuk menyelesaikan pendidikan. Saya ingin menyelesaikan kuliah tepat waktu dengan hasil yang memuaskan dan nantinya bisa mengabdikan diri di bidang kesehatan,” katanya.

Ia berpesan agar generasi muda di Belitung tidak menyerah pada keterbatasan ekonomi.

“Jangan pernah patah semangat untuk mencoba dan berusaha. Selalu maksimalkan potensi diri dan imbangi dengan doa,” ujarnya.

(JJ)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *