Baru.png

Almaster Desak Satgas Trisakti Angkat Kaki dari Babel, Tuding Melebihi Kewenangan

banner 120x600

Cakrawalanational.newsPangkalpinang, Aliansi Masyarakat Terzolimi atau Almaster Bangka Belitung (Babel) mendesak Satgas Trisakti menghentikan operasi dan keluar dari Kepulauan Bangka Belitung. Mereka menilai kehadiran Satgas justru membuat resah warga penambang rakyat.

Tuntutan itu disampaikan Orator Almaster, Muhammad Zen, saat berorasi di depan Gedung DPRD Babel, Selasa (4/8/2026).

“Harap dengan adanya kehadiran Satgas hadir di Bumi Bangka Belitung, kami menganggap itu suatu langkah maju yang dapat menertibkan persoalan-persoalan tambang. Tapi hari ini, kami menganggap kehadiran Satgas telah membuat resah masyarakat Bangka Belitung,” kata Zen.

Zen mempertanyakan dasar hukum dan penugasan Satgas Trisakti di Babel. Ia juga menyoroti cara kerja Satgas saat melakukan penertiban tambang rakyat.

“Bagaimana atraksi koboi yang telah dipertunjukkan oleh Satgas Trisakti kepada setiap daerah di Bangka Belitung ini? Tambang rakyat ditangkap, timahnya diambil tanpa dibayar,” ujarnya.

Menurut Zen, kewenangan penangkapan, penggeledahan, dan pemeriksaan hanya boleh dilakukan kepolisian dan kejaksaan. Ia menilai Satgas Trisakti telah mengambil alih tugas aparat penegak hukum lain.

“Jika Satgas Trisakti hari ini tidak mampu menjelaskan kepada masyarakat Bangka Belitung, dengan hormat kami meminta kepada kalian untuk mengemas pakaian kalian dan keluar dari Bumi Bangka Belitung,” tegasnya.

Almaster juga menyoroti transparansi barang bukti timah hasil penindakan. Zen mengaku telah mempertanyakan ke PT TIMAH soal jumlah timah balok dan pasir yang disita serta lokasi penyimpanannya, namun belum mendapat jawaban.

“Kami ingin tahu juga kepada PT TIMAH, dari semua operasi yang dilakukan oleh Satgas Trisakti, berapa banyak timah yang dititipkan di gudang kalian? Tunjukkan kepada kami! Kami curiga jangan-jangan barang itu sudah tidak ada lagi di gudang sana,” katanya.

Zen meminta DPRD Babel meneruskan aspirasi ini. Jika tidak ada perubahan pola, Almaster mengancam akan bersurat ke Menhan untuk mencabut SK penugasan Satgas Trisakti.

“Masyarakat kami ini sudah terlalu capek, letih, miskin gara-gara Trisakti ini. Yang baru saja pinjam uang untuk menambang, tahu-tahu disita,” ucapnya.

(HR75)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *