Baru.png

Aliansi Tambang Rakyat Pertanyakan Status Timah Sitaan, DPRD Babel Temui PT TIMAH

banner 120x600

Cakrawalanational.newsPangkalpinang, Aliansi Tambang Rakyat Bangka Belitung mempertanyakan status timah hasil sitaan yang sudah dititipkan ke PT TIMAH selama 6 bulan hingga 1 tahun.

Hal itu disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) di Ruang Banmus DPRD Babel, Selasa (4/8/2026).

Ketua DPRD Babel, Didit Srigusjaya mengatakan PT TIMAH mengakui timah tersebut dititipkan di perusahaan. Menurutnya, Direktur Operasi dan Produksi PT TIMAH, Dirop dan Gugun, hari ini akan menyelesaikan persoalan tersebut dengan para pemilik timah.

“Pertama, tentang para Aliansi Tambang Rakyat ini mempertanyakan status daripada timah-timah yang tertangkap. Ada yang sudah 6 bulan, ada yang sudah 1 tahun. Memang diakui oleh PT Timah barang itu dititip di PT Timah. Maka alhamdulillah Pak Dir Ops dan Pak Gugun hari ini akan menyelesaikan masalah itu dengan para pemilik timah tersebut, dan mereka minta datanya,” kata Didit kepada wartawan.

Isu kedua yang muncul adalah dugaan intimidasi terhadap penambang. Didit menyebut ada laporan dari Bangka terkait oknum yang mendatangi rumah warga terkait persoalan timah.

Ia menyatakan Dir Ops Polda Babel membuka ruang pengaduan. Masyarakat diminta melapor jika mengalami intimidasi, dengan syarat laporan disertai bukti dan fakta.

“Ada juga laporan dari Bangka bahwa adanya oknum-oknum yang mengintimidasi, yang menakuti bahkan sampai ke rumah masyarakat tentang masalah timah ini. Artinya masyarakat penambang ditakuti oleh oknum-oknum,” ujarnya.

“Siapa pun oknumnya, silakan laporkan kepada Pak Dirop, Pak Fendi. Pak Dirop akan menindaklanjuti, tapi laporan harus berdasarkan fakta,” lanjutnya.

Untuk mempermudah pelaporan, PT TIMAH akan membuka nomor khusus aduan. Nomor itu akan disebar ke masyarakat agar dapat langsung diteruskan ke Dirop.

“Akan memberi nomor khusus untuk masyarakat untuk beliau mendapat aduan tentang jika ada oknum-oknum yang mengintimidasi masyarakat tentang masalah timah ini,” kata Didit.

RDP ini digelar sehari sebelum rencana aksi Aliansi Tambang Rakyat yang dijadwalkan pukul 13.00 WIB.

(HR75)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *