Gedung eks-SKB dialihkan jadi BLK jasa–dagang, Walikota: standar mutu kunci akses pasar global
Cakrawalanational.news-Pangkalpinang, Pemerintah Kota Pangkalpinang menyerahkan sertifikat Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP) kepada pelaku usaha kelautan dan perikanan di Balai Betason, Kantor Walikota, Rabu (4/2/2026).
Program bersama Bank Indonesia dan Balai Mutu Kelautan dan Perikanan ini diarahkan untuk meningkatkan mutu produk UMKM agar memenuhi standar nasional dan internasional.

“Bank Indonesia dan Balai Mutu merespons keinginan Pemkot memberikan pelatihan jaminan mutu. Ini penting agar produk UMKM bersertifikat nasional maupun internasional,” ujar Walikota Pangkalpinang Profesor Saparudin atau yang akrab disapa Prof Udin setelah penyerahan sertifikat.
Sembari Ia katakan kalau memenuhi standar mutu, pelaku usaha bisa ekspor atau menjual ke pasar global.
Menurut Prof. Udin, sejumlah pelaku usaha di Pangkalpinang telah mengantongi kontrak pengiriman ke Singapura dan Eropa berdasarkan laporan Kepala Balai Mutu KKP. Pemkot menargetkan pelatihan HACCP digelar rutin tiap tahun.

Pada kesempatan yang sama, Prof. Udin menyatakan gedung eks Dinas Pendidikan (sebelumnya untuk SKB) dialihkan mayoritas menjadi Balai Latihan Kerja (BLK), sementara SKB tetap ada dalam porsi terbatas lantaran peserta menurun.
Ia menegaskan BLK Pangkalpinang difokuskan pada sektor jasa dan perdagangan, dilengkapi sertifikasi berstandar nasional/internasional agar lulusan terserap dunia usaha dan investor.
“BLK ini melatih masyarakat dan pelaku usaha agar punya keterampilan yang diakui, bukan hanya standar lokal. Beda dari daerah lain yang fokus vokasi-pariwisata, Pangkalpinang menggerakkan jasa dan perdagangan,” ucapnya.
Dengan demikian, Udin berharap Pemkot Pangkalpinang berskema sertifikasi mutu produk plus pelatihan kerja memperkuat daya saing UMKM kelautan-perikanan serta kualitas SDM kota menatap pasar global.
(Mft/CNN)


.












