Cakrawalanational.news-Tapsel, Lima bulan setelah bencana tanah longsor melanda Kecamatan Angkola Sangkunur pada November 2025, penderitaan warga terdampak belum juga berakhir. Sejumlah korban masih hidup dalam ketidakpastian tanpa kejelasan bantuan dan pemulihan yang dijanjikan.
Di Dusun Pardomuan, Desa Batu Godang, kondisi memprihatinkan masih dirasakan para pengungsi yang kini bertahan hidup di perumahan milik PT Perkebunan Nusantara IV (PT PN IV) Hapesong. Mereka mengaku belum mendapatkan perhatian serius dari pihak terkait.
Dahliana Nasution (62), salah satu korban terdampak, mengungkapkan kekecewaannya. Rumahnya hancur tertimbun longsor, memaksanya mengungsi bersama keluarga hingga saat ini.
“Sudah lima bulan kami menunggu, tapi bantuan yang dijanjikan belum juga jelas,” ujarnya, Rabu (15/4/2026), dengan mata berkaca-kaca.
Menurut pengakuan warga, selama di pengungsian mereka hanya menerima bantuan terbatas yang belum mampu memenuhi kebutuhan dasar. Kondisi ekonomi pun semakin memburuk karena hilangnya sumber penghidupan sejak bencana terjadi.
Warga juga menyoroti minimnya kehadiran pemerintah desa. Kepala Desa Batu Godang yang saat ini dijabat oleh Mahmud Hombing, seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) sekaligus Pejabat Sementara (PJ), disebut jarang turun langsung melihat kondisi warga di lokasi pengungsian.
“Selama kami di sini, beliau tidak pernah datang melihat keadaan kami. Justru kami yang harus mendatangi beliau,” ungkap salah satu warga.
Kekecewaan semakin bertambah ketika warga mencoba menanyakan kejelasan bantuan yang mereka dengar dari desa lain. Namun, menurut warga, respons yang diterima tidak memberikan kepastian.
“Yang kami dapat hanya jawaban ‘sabar’,” lanjutnya.
Dalam kondisi serba sulit, sebagian warga masih berupaya bertahan dengan mengelola kebun yang tersisa, meskipun harus menempuh jarak yang cukup jauh dari lokasi pengungsian. Upaya tersebut dilakukan demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari yang kian mendesak.
Warga mendesak pemerintah daerah dan pihak terkait untuk segera mengambil langkah nyata. Mereka berharap adanya kepastian bantuan, penyediaan hunian layak, serta program pemulihan ekonomi yang konkret dan berkelanjutan.
Sementara itu, kru Media CakrawalaNational.news telah mencoba melakukan konfirmasi kepada Kepala Desa Batu Godang melalui sambungan telepon WhatsApp sebanyak tiga kali. Namun, hingga berita ini ditayangkan, belum ada respons yang diberikan.
Situasi ini menjadi sorotan serius terkait lambannya penanganan pascabencana. Tanpa langkah cepat dan keberpihakan yang nyata, penderitaan masyarakat terdampak dikhawatirkan akan terus berlarut.
(YAS/CNN)


.












