Cakrawalanational.news-Jakarta, Peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan II 2026 BPSDM Sumatera Utara menggelar studi lapangan kinerja organisasi di Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Jum’at (9/10/2026).
Studi ini membedah praktik baik pengelolaan pendidikan skala besar: dari perencanaan, penganggaran, pembagian tugas, hingga monitoring dan evaluasi berbasis data.
“Kami belajar bagaimana mengelola instansi besar dengan cakupan layanan luas. Kuncinya pembagian tugas yang jelas dari pimpinan atas hingga pelaksana di satuan pendidikan, dan terhubung lewat koordinasi yang konsisten,” ujar Sarwono, Peserta PKA Kelompok 2.
Menurutnya, kejelasan kewenangan harus diikuti target kinerja, mekanisme pelaporan, dan pengawasan berkelanjutan agar pimpinan bisa mendeteksi kendala di lapangan dan mengambil keputusan cepat.
Kelompok 2 juga menyoroti pemanfaatan data mutu pendidikan, Standar Pelayanan Minimal (SPM), dan Rapor Pendidikan sebagai praktik baik di DKI. Data digunakan untuk mengenali kesenjangan layanan, menetapkan prioritas program, dan mengarahkan sumber daya.
“Data harus diterjemahkan menjadi keputusan dan hasil terukur, bukan sekadar laporan,” tulis laporan kelompok tersebut.
Isu anak tidak sekolah (ATS) dan risiko putus sekolah menjadi pembelajaran utama. DKI menerapkan kolaborasi lintas dinas, sekolah, keluarga, dan mitra pembangunan untuk deteksi dini.
Dari situ, Kelompok 2 merumuskan rekomendasi berupa Early Warning System terintegrasi untuk penanganan ATS, mulai identifikasi risiko, verifikasi kasus, intervensi, pendampingan, hingga pemantauan keberlanjutan sekolah.
Sistem ini diusulkan untuk diadaptasi di Sumut dengan integrasi data lintas sektor dan dukungan kebijakan daerah.
Studi lapangan ini menjadi bekal peserta PKA untuk memperkuat kepemimpinan administrator yang responsif, terukur, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
(Br)










Tinggalkan Balasan