Baru.png

Pemerintah Ambil Alih Utang Whoosh Rp118 Triliun Lewat SMF, Klaim Tak Bebani APBN

banner 120x600

Cakrawalanational.newsJakarta, Pemerintah akan mengambil alih utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Whoosh melalui PT Sarana Multigriya Finansial (SMF). Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa memastikan skema itu tidak menggunakan APBN.

Pelunasan akan dibiayai dari keuntungan PT SMF selaku Special Mission Vehicle yang ditunjuk.

“Jadi meski dikelola oleh pemerintah tidak akan membebani APBN. PT SMF kan juga punya untung, sebagian kita biarkan ke situ (pelunasan utang Whoosh),” kata Purbaya, dikutip IDXChannel, Rabu (5/8/2026).

Pengambilalihan dilakukan melalui 60 persen saham PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia di PT Kereta Cepat Indonesia China. PT PSBI merupakan konsorsium BUMN yang terdiri dari KAI 51,37%, Wika 39,12%, Jasa Marga 8,3%, dan PTPN I 1,21%.

Pemerintah menargetkan proses pengalihan saham ke PT SMF rampung pertengahan September 2026. Kepemilikan 40 persen konsorsium China di KCIC tidak berubah. Purbaya memastikan PT PSBI tidak akan dibubarkan.

Beban utang proyek Whoosh diperkirakan mencapai US$7,27 miliar atau sekitar Rp118,37 triliun. Sekitar 75 persen berasal dari pinjaman China Development Bank dengan bunga 3,5% – 4%.

Besarnya utang membuat neraca BUMN anggota konsorsium, terutama KAI, tertekan. Dirut KAI Bobby Rasyidin menyebut konsorsium harus membayar bunga utang sekitar Rp2 triliun per tahun.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah China merespons baik rencana restrukturisasi. China juga berkomitmen melanjutkan kerja sama, termasuk peluang perpanjangan jalur hingga Jawa Timur.

“Ya, kalau penyelesaian selalu baik,” ujar Airlangga di Wisma Danantara, Jakarta Selatan (Jaksel), Kamis (6/8/2026).

(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *