Baru.png

PT Timah Perkuat Implementasi Responsible Mining melalui Sosialisasi RMI-RMAP

banner 120x600

Cakrawalanational.newsPangkalpinang, PT TIMAH (Persero) Tbk terus memperkuat komitmennya dalam menerapkan praktik pertambangan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui kegiatan Sosialisasi Responsible Minerals Initiative–Responsible Minerals Assurance Process (RMI-RMAP).

Sosialisasi yang menghadirkan narasumber Arifzal Adrianto selaku Auditor Independen RMI-RMAP ini diikuti oleh berbagai unit kerja di lingkungan perusahaan PT TIMAH di Ruang Rapat Utama, Pangkalpinang Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Selasa (23/6/2026) .

Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah strategis PT TIMAH dalam memastikan seluruh rantai pasok dan aktivitas operasional perusahaan berjalan sesuai dengan prinsip keberlanjutan, transparansi, serta praktik bisnis yang bertanggung jawab sesuai standar internasional.

Direktur Produksi dan Komersial PT Timah, Ilhamsyah Mahendra, mengatakan bahwa sebagai perusahaan timah yang menjadi bagian dari rantai pasok global, PT TIMAH memiliki tanggung jawab untuk memastikan seluruh proses bisnis dan pengelolaan rantai pasok memenuhi prinsip responsible sourcing.

“Implementasi RMI-RMAP bukan hanya sekadar memenuhi persyaratan pasar atau kepatuhan semata, tetapi merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menerapkan praktik pertambangan yang bertanggung jawab sesuai standar internasional,” ujarnya.

Menurut Ilhamsyah, saat ini pelanggan, investor, regulator, dan berbagai pemangku kepentingan global semakin memperhatikan asal-usul mineral yang digunakan dalam berbagai industri. Tidak hanya kualitas produk yang menjadi perhatian, tetapi juga bagaimana mineral tersebut diproduksi, dikelola, dan dipastikan bebas dari risiko yang bertentangan dengan prinsip responsible sourcing.

Ia menjelaskan, implementasi RMI-RMAP memiliki nilai strategis bagi PT TIMAH karena berkaitan langsung dengan kepercayaan pelanggan, keberlanjutan akses pasar global, reputasi perusahaan, hingga daya saing produk timah yang dihasilkan.

“Isu keberlanjutan, traceability, serta pengelolaan risiko dalam konteks Environmental, Social, and Governance (ESG) kini menjadi perhatian utama para pemangku kepentingan. Keberhasilan implementasi RMI-RMAP akan semakin memperkuat posisi PT TIMAH sebagai perusahaan pertambangan timah yang menjalankan praktik bisnis secara transparan, bertanggung jawab, dan sesuai best practice internasional,” katanya.

Dirinya berharap, sosialisasi ini dapat meningkatkan pemahaman seluruh Karyawan PT TIMAH mengenai peran dan kontribusi masing-masing unit kerja dalam mendukung implementasi due diligence dan responsible sourcing secara berkelanjutan.

Lebih lanjut, Ilhamsyah menegaskan bahwa keberhasilan implementasi RMI-RMAP membutuhkan komitmen, konsistensi, dan kolaborasi dari seluruh insan PT TIMAH. Ia berharap prinsip tata kelola yang baik, kepatuhan, transparansi, dan keberlanjutan dapat menjadi budaya kerja yang diterapkan dalam aktivitas sehari-hari.

“Dengan komitmen dan kolaborasi yang kuat, saya yakin PT TIMAH mampu mempertahankan kepercayaan para pemangku kepentingan, memperkuat posisi perusahaan dalam rantai pasok global, serta mendukung terciptanya industri pertambangan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan,” ucapnya.

Sementara itu Arifzal Adrianto dalam kesempatan ini menjelaskan tentang selain hukum, tekanan pasar membuat sertifikasi RMAP menjadi syarat untuk tetap kompetitif di pasar global.

Lebih lanjut, Ia menjelaskan sertifikasi RMAP penting untuk PT TIMAH karena akses pasar dimana para pembeli pembeli global mewajibkan sumber bertanggung jawab.

“Kedua mitigasi risiko, reputasi untuk memperkuat citra dan kepercayaan pemangku kepentingan, kepatuhan dalam pemenuhan tuntutan regulasi, efisiensi internal karena memiliki sistem manajemen dan ketelusuran yang lebih rapih dan dapat membangun rantai pasok yang transparan dan andal,” katanya.

Dalam kesempatan ini dirinya juga menyampaikan tentang lima langkah uji tuntas OECD diantaranya sistem manajemen yang kuat, identifikasi risiko, mitigasi risiko, audit pihak ketiga dan pelaporan publik.

(Rn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!