Cakrawalanational.news–Pangkalpinang, Pembangunan Ruas jalan Namang–Koba hingga Sadai di Bangka Selatan (Basel) retak memanjang padahal baru dua tahun selesai dikerjakan. Pasalnya, proyek pembangunan jalan senilai total Rp 119 miliar yang digarap grup Cakra itu kini jadi sorotan.
Kepala BPJN Bangka Belitung (Babel), Susan Novelia mengakui ada retakan di 100 meter ruas antara Desa Jeriji dan Desa Bikang. “Di lapangan kita lihat terjadi retakan memanjang dan jalan bergelombang di beberapa titik,” kata Susan Novelia saat konferensi pers didampingi Kepala Satker, I Ketut Payun Astapa dan PPK Anggoro di Kantor BPJN Babel, Kampung Dul, Bangka Tengah, Senin (22/6/2026).
Proyek tahun jamak 2022-2024 dengan panjang efektif 850 meter itu menelan Rp 35 miliar untuk satu paket. Susan berdalih kerusakan terjadi karena ruas tersebut memakai “inovasi” mortar busa atau beton ringan, bukan aspal hitam biasa. “Ini ada satu inovasi dan teknologi baru yang diinstruksikan kepada balai-balai,” ujarnya.

Secara keseluruhan, paket pembangunan jalan dan jembatan Namang–Koba hingga Sadai itu bernilai Rp 119 miliar dan dikerjakan grup Cakra. Kontraknya sudah selesai 2024.
BPJN baru melakukan proyek Preservasi atau penanganan pemeliharaan sementara (tanggap darurat-red) pada 18 Juni 2026 setelah keluhan warga viral. “Pemasangan rambu-rambu peringatan, penutupan celah retakan dengan menggunakan sand sheet,” paparnya.
Sembari Ia minta maaf telat merespons dan menjelaskan bahwa pekerjaan tersebut didampingi pihak Kejaksaan Republik Indonesia. “Mohon maaf belum bisa memberikan respons cepat, kami butuh waktu di lapangan dan pekerjaan ini didampingi oleh Kejaksaan”, ucapnya.
Susan menyebut kendaraan masih bisa melintas lancar. Namun ia berterima kasih pada masyarakat yang mengkritik. “Kalau dibiarkan membahayakan,” tuturnya.
Untuk perbaikan permanen, BPJN menunggu kajian Balai Geoteknik, Terowongan, dan Struktur. Susan menyebut teknologi serupa pernah dipakai di Betung, Kayu Agung, Sumatera Selatan.
Kendati berita ini telah dua kali tayang pihak kontraktor pelaksana Grup Cakra, Thomas saat dihubungi wartawan pia telepon WhatsApp pukul 16.26 WIB sore, Senin (22/6/2026) tak menanggapi meskipun menunjukan nada dering.
(HR75)











Tinggalkan Balasan