Example 728x250.

BAZNAS Bangka Barat Perkuat Jaring Pengaman Sosial, 25 Warga Terbantu dalam Safari Ramadhan 2026

banner 120x600

Cakrawalanational.newsBangka Barat, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Bangka Barat menyalurkan bantuan kepada 25 warga dalam kegiatan Safari Ramadhan 2026 yang digelar di Rumah Dinas Wakil Bupati Bangka Barat, Senin (23/2/2026). Kegiatan lintas sektor pemerintah dan swasta ini menjadi bagian dari program penguatan solidaritas sosial selama bulan suci, sekaligus upaya mendorong pengentasan kemiskinan melalui zakat, infak dan sedekah.

Ketua BAZNAS Bangka Barat, Drs. Lili Suhendra Nato, menegaskan kegiatan tersebut bukan sekadar agenda seremonial tahunan, tetapi bagian dari misi lembaga untuk menghadirkan keadilan sosial di tengah masyarakat.

“Ramadhan mengajarkan bahwa zakat bukan hanya kewajiban agama, tetapi jalan memulihkan martabat manusia. Ketika zakat disalurkan dengan amanah, di situlah kemanusiaan menemukan rumahnya,” kata Lili usai kegiatan.

Menurut Lili, BAZNAS terus bersinergi dengan pemerintah daerah agar bantuan sosial dapat menjangkau masyarakat yang belum tersentuh program negara. Ia menyebut zakat sebagai energi moral masyarakat yang mampu memperkuat pembangunan manusia dari akar.

Wakil Ketua bidang pengumpulan, H. Hasyim Baharudin, berharap kegiatan Safari Ramadhan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat, khususnya aparatur sipil negara di Bangka Barat, untuk menyalurkan zakat melalui BAZNAS.

“Kami ingin kepercayaan itu tumbuh. Zakat bukan soal angka, tetapi tentang kesinambungan bantuan bagi mereka yang membutuhkan,” ujarnya.

Sementara Wakil Ketua bidang distribusi, Wasis Utama Edi, menilai keberadaan BAZNAS menjadi pelengkap upaya pemerintah dalam kondisi efisiensi anggaran.

“BAZNAS hadir untuk mereka yang terlewat oleh sistem bantuan. Tujuan kami jelas yaitu membantu kesejahteraan rakyat dan pengentasan kemiskinan,” katanya.

Wakil Ketua bidang keuangan, H. Zumrowi Achyar, mengajak masyarakat memanfaatkan momentum Ramadhan untuk menunaikan zakat mal, infak, dan sedekah.

“Ramadhan adalah madrasah hati. Di bulan ini manusia belajar membersihkan harta dan menumbuhkan empati,” ucapnya.

Sedangkan Wakil Ketua administrasi, H. Nurzali Hamid, menegaskan BAZNAS terbuka bagi mustahiq sesuai prosedur agar bantuan tepat sasaran dan transparan.

Di antara para penerima bantuan, terdapat nelayan lanjut usia, janda penjual kue, serta buruh kebun yang kesulitan memenuhi kebutuhan pokok. Seorang nenek penerima bantuan terlihat menitikkan air mata saat menerima paket sembako. Ia hanya berkata lirih, “Alhamdulillah… masih ada yang ingat kami.”

Kalimat sederhana itu menjadi gambaran nyata tentang makna zakat dalam kehidupan masyarakat. Bukan hanya bantuan materi, tetapi pengakuan bahwa seseorang tidak sendirian menghadapi hidup.

Dalam kerangka nasional, kegiatan BAZNAS Bangka Barat sejalan dengan mandat Badan Amil Zakat Nasional yang menempatkan zakat sebagai instrumen peningkatan kesejahteraan masyarakat. Amanat tersebut juga tertuang dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat yang menegaskan pengelolaan zakat bertujuan menanggulangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan umat.

Secara sosiologis, kegiatan seperti Safari Ramadhan memperkuat kepercayaan sosial masyarakat. Dalam ruang kecil di halaman rumah dinas itu, zakat menjelma menjadi bahasa sunyi tentang kepedulian tentang manusia yang saling menguatkan di tengah kesulitan.

Kegiatan Safari Ramadhan 2026 ditutup dengan doa bersama. Bagi sebagian warga, bantuan itu mungkin hanya cukup untuk beberapa hari. Namun bagi banyak orang, ia menjadi bukti bahwa solidaritas masih hidup.

Malam itu, Mentok tidak hanya menyaksikan pembagian bantuan. Ia menyaksikan bagaimana zakat, ketika dikelola dengan hati, menjadi cahaya yang menerangi jalan pembangunan kemanusiaan.

(Belva Al Akhab & Satrio)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *