Cakrawalanational.news-Manado, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Manado, Johnny Suwu ST, menegaskan bahwa pengerukan sungai secara berkala menjadi kunci utama dalam upaya pencegahan banjir di ibu kota Provinsi Sulawesi Utara tersebut. Hal ini disampaikannya saat diwawancarai wartawan terkait langkah antisipasi menghadapi curah hujan tinggi. Senin (23/02/2026).
Menurut Johnny Suwu, sedimentasi dan pendangkalan aliran sungai menjadi faktor utama yang menyebabkan air meluap ke pemukiman warga. Oleh karena itu, pihaknya akan fokus pada normalisasi sungai melalui pengerukan.
“Untuk mencegah terjadinya banjir, maka harus ada pengerukan sungai apabila terjadi curah hujan yang tinggi. Ini mencakup anak-anak sungai yang bermuara ke sungai utama, dan harus dilakukan secara berkala,” ujar Johnny Suwu.
Ia menjelaskan bahwa pengerukan akan dilakukan secara fleksibel, menyesuaikan dengan kondisi lapangan dan tingkat kepadatan sedimentasi. Beberapa lokasi yang menjadi prioritas pengerukan meliputi Sungai Tikala, Paal 4, Sindulang, Taas, Kumaraka, dan Liwas.
Kadis PUPR memastikan bahwa setiap titik yang rawan banjir akan mendapat perhatian. “Setiap tempat yang mengalami kebanjiran akan kita lakukan pengerukan, agar tidak ada lagi banjir,” tegasnya mengakhiri wawancara.
Langkah ini diharapkan dapat meminimalisir dampak banjir yang kerap melanda Kota Manado, terutama saat intensitas hujan tinggi, sekaligus menjaga kelancaran aliran sungai yang bermuara ke laut.
(Debby/CNN)


.












