CNN–BANYUWANGI, Proyek pembangunan Plengsengan (irigasi) di Dusun Sidomulyo Desa Kemiri Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi Jawa Timur, tepatnya di jalan Kedung Lewung, ambrol dan rusak parah.
Pasalnya, bangunan irigasi tersebut tak kuat menahan deras aliran debet air, akibatnya bangunan yang baru dibuat menggunakan anggaran tahun 2023 itu roboh.
Salah satu warga masyarakat mengatakan, proyek itu sudah ambrol sekitar dua minggu lalu. Sebelumnya sudah dilakukan penambalan pada yang retak, namun karena banyak keretakan dibeberapa titik, maka bangunan tak bisa kuat menahan derasnya air. Akibatnya proyek yang baru dibangun setahun lalu itu ambruk, Senin 26/08/2024.
“Parah ya, yang pastinya disebabkan faktor kualitas bangunan karena baru satu tahunan, seperti yang mas lihat hancur bangunannya, tapi tolong nama saya jangan disebutkan,”ujar warga yang tak mau disebutkan namanya.
Dikatakannya, bangunan proyek irigasi yang baru satu tahun dibangun tetapi sudah ambruk, tentu yang dipertanyakan kualitasnya. Kalau dibiarkan, kata warga itu kerusakan akan semakin melebar dan kemungkinan akan mengganggu jalannya pengairan.
Diduga kuat, kualitas pekerjaan proyek perlu dievaluasi dari Dinas terkait, agar meninjau ke lokasi dan meminta pertanggung jawaban pelaksana dari kontraktor.
“pelaksana kegiatan harus bertanggung jawab melakukan perbaikan ulang. Apabila dibiarkan, kerusakan akan merembet lebih luas dan mengganggu jalannya pengairan tentunya”, papar warga.
Kondisi ambrolnya plengsengan, juga dikeluhkan warga lain yang membuat warga resah. Sebut saja inisial GT. Pasalnya, fungsi plengsengan itu menurutnya cukup vital berguna menahan rembesan air serta menahan badan tanah persawahan,
“Entah kenapa kok sudah rusak dan doyong padahal masih baru lo ini mas, beda jauh dengan proyek terdahulu sekarang kok begini ya hancur”, tandasnya.
Sembari Ia pun mencontohkan hasil pekerjaan proyek pembangunan terdahulu, meski sudah bertahun-tahun, tetap saja kokoh dan kuat sampai sekarang,
Sementara katanya, proyek plengsengan yang dibiayai dari uang rakyat ini, terbilang masih seumur jagung, namun sudah hancur berantakan, ungkap GT
Ditempat terpisah, Ketua INFO WARGA BANYUWANGI (IWB) Abi Arbain, mengecam keras pekerjaan tersebut. Dikatakannya, selaku kontrol akan melaporkan rekanan ataupun CV pelaksana itu kepada instansi terkait. Karena anggaran negara katanya untuk rakyat, namun hasilnya tak memuaskan.
“Kok hasil pekerjaan nya amburadul, dinas harus bertindak tegas dan bila perlu audit semua anggaran yang sudah direalisasikan tersebut. Hancur negara kalau ini di biarkan”, beber Abi dengan lantang.
(SW)


.












