Example 728x250.

Adet Tak Diusung PDI Perjuangan di Pilkada Bateng, Didit Angkat Suara

banner 120x600

CNN–Pangkalpinang, Setelah terbit berita berjudul “Adet Sebagai Kader Merasa Terdzolimi, Karena Tak Diusung PDI Perjuangan”, di suatu Media Cakrawala Nationalnews tentang pencalonan Adet Mastur pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang tak mendapatkan rekomendasi dari Partainya PDI Perjuangan mendapat tanggapan dari Ketua partai.

Hal itu, tanggapan serius dari Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Provinsi Bangka Belitung PDI Perjuangan, Didit Srigusjaya sekaligus politisi yang telah banyak makan ‘asam garam’ di Babel ini.

Pasalnya, berita yang berjudul “Adet Sebagai Kader Merasa Terdzolimi, Karena Tak Diusung PDI Perjuangan” membuat Didit buka suara sembari menyatakan kesedihannya terhadap keadaan polemik yang terjadi di dalam partainya.

“Jadi, pertama-tama kalau bicara sedih, sayalah orang yang paling sedih, ini sahabat saya, rekan perjuangan saya, waktu membesarkan PDI Perjuangan di Bangka Tengah, dia ini sangat loyal terhadap partai”, kata Didit saat di wawancara Cakrawala Nationalnews di Kantor DPD PDI Perjuangan, Senin, (5/8/2024) di Gabek Pangkalpinang, Bangka Belitung.

Namun demikian kata Didit, setiap Partai memiliki mekanisme yang merupakan organisasi politik didalamnya ada aturan-aturan yang harus dipatuhi bersama.

“Kalau kita didalam organisasi berarti kita harus patuh dengan organisasi. Artinya bahwa, kita sudah memberikan kesempatan kepada Bung Adet untuk melakukan pergerakan-pergerakan di seluruh Bangka Tengah” ungkap Didit yang merupakan Calon Anggota DPRD Provinsi terpilih yang memilki suara terbanyak pada periode 2024-2029 itu.

Akan tetapi lanjut Didit, dari kesemua partai manapun dalam menentukan dan memastikan orang yang akan diusung menjadi calon kepala daerah saat bertarung di gelanggang pemilihan kepala daerah (Pilkada) 27 November 2024 nanti haruslah berdasarkan survei.

Alhasil, survei yang dilakukan oleh Partai PDI Perjuangan terhadap Bung Adet tidak menggembirakan sehingga dasar inilah partai berlambang banteng moncong putih itu tidak memutuskan mengusung Adet di Pilkada Bangka Tengah 2024 ini, melainkan mendukung rekomendasi kepada Al-ghafry Rahman selaku kader Partai Golkar sekaligus Bupati yang saat ini masih menjabat di Bangka Tengah.

“Dan, jujur Pak Al-ghafry nomor satu, saya nomor dua dan Bung Adet nomor tiga. Sebetulnya saya disuruh DPP mencalonkan diri, karena perbedaan selisih saya dengan Bung Ayi (Al-Ghafry-red) itu kecil atau tipis, tapi saya tidak mau karena saya akan mendukung Bung Adet”, papar Didit.

Lebih jauh dijelaskan Didit, bahwa PDI Perjuangan sebelumnya, sudah melakukan dua kali survei tentang elektabilitas Bung Adet di wilayah Kabupaten Bangka Tengah, namun hasilnya tetap kecil sehingga tidak dapat mengungguli Al-Ghafry selaku petahana yang saat ini masih bupati di Bangka Tengah.

“Setelah dilakukan dua kali survei, elektabilitas Bung Adet ini kecil itu, kedua kita suka atau tidak suka kalau elektabilitas kita rendah maka kita butuh cost politik (dana politik-red). Jika kedua-duanya tidak saling melengkapi itu namanya bunuh diri”, pungkasnya sembari sumringah tersenyum.

Karena itu, menurut Didit berkaca kepada pengalaman Ia dulu yang beberapa kali bertanding pada Pemilihan Kepala Daerah (Bupati-red) di Bangka Tengah namun belum berhasil dan kalah.

“Kita berkaca dengan saya dulu, saya itu seminggu sebelum Pilkada, survei saya masih unggul 15 persen, tapi Allah tidak berkehendak, takdir Allah tidak menyuruh saya jadi Bupati, gambaran inilah kita buka”, jelas politisi PDI Perjuangan ini.

Terlepas dari itu, Didit pun mengatakan bahwa Adet sebelumnya pernah dipanggil oleh pengurus Partai PDI Perjuangan untuk ditawarkan bersanding dengan Al-Ghafry (petahana-red) dijadikan calon wakil bupati, namun Adet menolak.

“Pak Al-Ghafry bersiap sebagai Bupati dan Bung Adet sebagai wakilnya, tetapi beliau (Adet-red) ngotot tidak mau”, itu melalui rapat resmi semua PAC, DPC dan DPD PDI Perjuangan, tandas Didit.

Bahkan kata Didit, semua kader senior PDI Perjuangan saat rapat, semua ditawarkan untuk bersanding dengan Al-Ghafry sebagai calon wakil bupati (Wabup), mulai dari Adet, H. korari, Me Hoa bahkan Edi Purwanto namun semuanya menolak untuk maju sebagai calon Wabup.

“Artinya, kader-kader PDI Perjuangan di Bangka Tengah belum bersedia menjadi wakil bupati, ini masalahnya”, paparnya.

Sementara, lanjut Didit kalau bicara soal perjuangan terhadap Partai PDI Perjuangan, Bung Adet sangatlah banyak jasanya terutama di daerah Kabupaten Bangka Tengah.

“Bung Adet punya jasa luar biasa terhadap PDI Perjuangan patut kita akui, akan tetapi ini organisasi, partai ini punya aturan benar nggak. Yang jelas Bung Adet sudah sangat memahami perjuangan kami, perjuangan saya, perjuangan Pak Rudi, akan tetapi DPP inikan bukan milik kita, maka diputuskanlah DPP PDI Perjuangan untuk jadi wakil kepada kader yang dekat dengan kita Bung Yadi yang merupakan kader PDI Perjuangan yang hampir lima tahun yang lalu”, ungkap Didit.

Kendati demikian, Didit berharap sebagai sahabat Adet agar tetap di PDI Perjuangan, karena bagaimana pun beliau adalah kawan seperjuangan, senasib dalam membesarkan partai khususnya di Bangka Tengah.

“Saya jujur sedih, karena itu sahabat saya, sama-sama membesarkan PDI Perjuangan, yang dulu adalah basis Golkar di Bangka Tengah, tapi oleh karena kita berdua berjuang sehingga kita dapat 7 kursi kemarin, saya ketua dia sekretaris, dan dalam politik Bung butuh kesabaran”, karena bung Adet ini saya anggap sebagai menggali mutiara di dalam lumpur, membesarkan PDI Perjuangan”, kata Didit.

Namun Didit menegaskan, ketika Media Cakrawala Nationalnews menanyakan, kalau Adet tetap ngotot maju sebagai Calon Bupati di Pilkada Bangka Tengah melalui partai lain maka konsekuensinya partai PDI Perjuangan akan melakukan pemecatan.

“Ya dipecat, PDI Perjuangan kayak gitu, ya tidak toleransi lagi, berarti kalau Bung Adet memaksa diri menjadi calon bupati di partai lain otomatis Bung Adet harus dikeluarkan dari PDI Perjuangan atau dia mengundurkan diri”, jelas Didit diakhir pembicaraan.

(Hairul Anwar Al-Ja’fary)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *