Cakrawalanational.news-Asahan, Gerakan Pemuda Peduli Asahan (GPPA) menyoroti serius peristiwa dugaan overdosis seorang wanita di Kabupaten Asahan yang diduga terjadi di sebuah tempat usaha salon di Kisaran.
Korban diketahui seorang wanita berinisial WH (30), warga Jalan Paria, Kelurahan Siumbut Baru, Kecamatan Kisaran Timur. Korban diduga mengalami overdosis pada Minggu dini hari, (11/10/2026), dan sempat dilarikan ke Rumah Sakit Bunda Mulia (BM) Kisaran untuk mendapatkan pertolongan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, Tempat Kejadian Perkara (TKP) dugaan overdosis tersebut diduga berada di sebuah tempat usaha bernama Netta Salon.

Ironisnya, menurut keterangan warga sekitar, tempat usaha tersebut diduga tidak beroperasi murni sebagai salon. Warga menyebut lokasi tersebut diduga memiliki room private dan kerap digunakan untuk aktivitas hiburan malam (dugem) pengunjung.
Yang menjadi perhatian publik, di tengah masyarakat beredar informasi bahwa tempat usaha tersebut diduga milik istri seorang oknum anggota yang bertugas di Polres Asahan. Informasi tersebut hingga kini masih memerlukan konfirmasi dan verifikasi resmi dari pihak berwenang.
Tak hanya itu, GPPA juga menyoroti adanya informasi yang beredar di kalangan jurnalis Kisaran, dimana diduga ada oknum yang meminta sejumlah rekan wartawan untuk menghapus pemberitaan terkait peristiwa tersebut.
Menanggapi hal itu, Ketua GPPA mendesak Kapolres Asahan untuk bertindak profesional dan transparan dalam penanganan kasus ini.
“Kami minta Kapolres Asahan usut tuntas. Periksa TKP-nya, periksa izin usahanya, apakah benar izin salon atau Tempat Hiburan Malam (THM). Jangan sampai karena adanya dugaan kepemilikan istri oknum, penanganannya menjadi tidak transparan. Kami juga meminta Propam untuk menelusuri kebenaran isu adanya intervensi terhadap pemberitaan wartawan,” tegas Ketua GPPA.
Sebagai upaya keberimbangan pemberitaan dan memenuhi prinsip cover both sides, awak media ini telah melakukan konfirmasi resmi kepada Kapolres Asahan pada Senin (12/10/2026) dan Kasi Humas Polres Asahan pada Kamis, (15/10/2026) melalui pesan WhatsApp. Namun, hingga berita ini diterbitkan, pihak Polres Asahan belum memberikan tanggapan.
GPPA menegaskan akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas. GPPA bahkan menyatakan tidak menutup kemungkinan akan melakukan aksi damai di depan Mapolres Asahan jika tidak ada kejelasan penanganan kasus tersebut.
(HS)










Tinggalkan Balasan