banner

TPID Pangkalpinang Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi dan Distribusi Pangan Strategis

banner 120x600

Cakrawalanational.news-Pangkalpinang, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Pangkalpinang mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi yang dipimpin Kementerian Dalam Negeri RI bersama kementerian/lembaga terkait, pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan Badan Pusat Statistik (BPS).

Rapat menekankan pentingnya penguatan sinergi pusat dan daerah dalam menjaga stabilitas harga pangan serta kelancaran distribusi komoditas strategis menjelang pertengahan tahun 2026.

Berdasarkan rilis resmi BPS, inflasi nasional April 2026 secara tahunan (year on year/y-on-y) tercatat 2,42 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 111,09. Inflasi nasional terutama dipengaruhi kelompok transportasi, khususnya tarif angkutan udara dan bensin. Kenaikan harga beras, minyak goreng, dan tomat juga turut memicu inflasi.

Sementara itu, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencatat inflasi y-on-y April 2026 sebesar 1,49 persen. Angka ini lebih rendah dari inflasi nasional dan masih berada dalam rentang sasaran pengendalian inflasi nasional. Inflasi terendah di wilayah Bangka Belitung terjadi di Pangkalpinang sebesar 0,79 persen.

Secara kelompok pengeluaran, inflasi di Kota Pangkalpinang disumbang utama oleh kelompok transportasi seiring kenaikan tarif angkutan udara dan harga bahan bakar. Beberapa komoditas pangan yang turut memberi andil inflasi antara lain daging ayam ras dan emas perhiasan.

Dalam rapat tersebut, menurut Juhaini, Asisten Perekonomian & Pembangunan Pemerintah Kota Pangkalpinang, Senin (18/5/2026), pemerintah pusat menyoroti penguatan distribusi pangan strategis, khususnya beras dan minyak goreng, ke wilayah Indonesia bagian timur guna menjaga keterjangkauan harga dan stabilitas pasokan.

Langkah tersebut katanya, dilakukan melalui optimalisasi distribusi antarpulau, peningkatan cadangan pangan pemerintah, serta penguatan koordinasi bersama Perum Bulog, BUMN pangan, dan pemerintah daerah di Maluku, Papua, Nusa Tenggara, dan wilayah kepulauan lainnya.

TPID daerah diminta memperkuat implementasi strategi pengendalian inflasi melalui:
1. Pemantauan harga harian dan ketersediaan stok pangan
2. Pelaksanaan operasi pasar dan gerakan pangan murah
3. Penguatan kerja sama antardaerah
4. Percepatan distribusi logistik pangan
5. Pengendalian biaya transportasi distribusi

Pemerintah Kota Pangkalpinang bersama TPID Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berkomitmen menjaga inflasi daerah tetap terkendali guna mendukung daya beli masyarakat dan stabilitas pertumbuhan ekonomi daerah.

(HR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *