Example 728x250.

Asal Usul Tubuh Ali Menjadi Ibu Kota Kabupaten Bangka Selatan, yakni TOBOALI

banner 120x600

Ditulis oleh : Hairul Anwar Al-Ja’fary

CNN–Pangkalpinang, Pada zaman Kesultanan Muhammad Akil yang konon katanya Putra mahkota dari Sultan Muhammad Ali yang saat ini menjadi nama kota Toboali berawal dari dua kata yaitu ‘Tubuh Ali’. Dan, menurut cerita Tubuh Ali tersebut pernah dipotong lehernya serta dipisahkan tubuhnya oleh Belanda. Maka dari itu, jangan heran kalau orang dahulu, satu orang memiliki tiga nama tujuannya untuk mengelabui Belanda. Apalagi Ia adalah seorang pemimpin dan memiliki kedudukan penting dimata masyarakat serta ditokohkan, sehingga bisa jadi beliau menjadi incaran kolonial Belanda.

Tak banyak yang tahu, kalau Sultan Muhammad Ali pernah tersohor meskipun cuman sebentar waktu. Akan tetapi namanya tetap melekat hingga sekarang bergelar Batin Tikal alias Krio Panting yang merupakan pahlawan Bangka saat ini. Namun sayangnya, ketika beliau ditangkap oleh kolonial Belanda dan meninggal, perjuangan melawan penjajah diteruskan ke jaman kesultanan anaknya (Sultan Muhammad Akil). Celakanya, ternyata di perairan laut Kepulauan Bangka Belitung sampai ke Selat Malaka dipenuhi oleh para perompak atau bajak laut yang terstruktur dan masif. Tak kuasa, menghadapi dua perlawanan musuh yang berbeda dan serempak sehingga masa perjuangan anaknya melawan Belanda pun tak bertahan lama.

Hebatnya lagi, kelompok para pembajak tersebut dipimpin oleh seorang yang bergelar Lanon. Dengan demikian, para pedagang yang ingin melalui perairan Bangka sampai selat Malaka menjadi waspada karena kapal dan barang dagangan mereka akan menjadi sasaran para Bajak Laut.

Oleh karenanya, para pedagang pun dari Sunda Kelapa bila sudah sampai Pulau Dapur daerah perairan Bangka Selatan,  sudah tentu waspada sembari menunjuk ke arah Bangka Selatan dengan berkata : “ITU SUDAH SAMPAI TUBUH ALI“.

Sedangkan masyarakat Melayu Bangka daratan menamai nama Tubuh Ali dengan SABANG sedangkan masyarakat Tubuh Ali menamai dengan HABANG dikarenakan masyarakat TUBUH ALI susah untuk menyebut huruf S, maka di ganti dengan huruf H menjadi HABANG. Padahal, kalau dilafaskan secara seksama dan benar-benar pastilah mereka (masyarakat) di Toboali fasih mengucapkan huruf ‘S’.

Melanjutkan kembali ke cerita Tubuh Ali tadi, sudah tentu para pedagang tidak asing lagi mendengar cerita tentang Sultan Muhammad Ali atau yang dijuluki BATIN TIKAL dan Fatih KRIO Panting yang sudah kesohor sejak Kesultanan Bangka.

Konon ceritanya, tubuh Ali dimakamkan di daerah Bangka Selatan,  namun anehnya kepalanya ada di Palembang yang masih bisa berbicara bahasa sastra pantun kepada Residen Belanda meskipun sudah lehernya terputus. “Krio panting putus bedenting, cupak gantang dak berubah, harta dan tahta dak penting, iman saudara dan harga diri nak dijaga”.

Kira-kira seperti itulah kalimat yang pernah terlontar dari seorang pendekar sekaligus Pahlawan Bangka Belitung yakni Batin Tikal alias Krio Panting yang merupakan berasal dari keturunan Kerajaan Darussalam Palembang yang bergelar Sultan Muhammad Ali.

Di zaman sultan Muhammad Ali dan Sultan Mahmud Badarudin inilah masa keemasan Pulau Bangka dan Palembang Darussalam berlangsung makmur. Sehingga tak heran banyak sastra-sastra berkembang di Bangsa melayu saat itu terutama pantun, yang digunakan pada waktu menyambut tamu dari luar daerah.

Terlepas dari rekam jejak sejarah itulah, setelah bertahun-tahun Bangka Selatan yang terletak paling selatan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung itu lebih dikenal dengan TUBUH ALI atau TOBOALI dan sekarang menjadi Ibu Kota Kabupaten Bangka Selatan, dan ternyata adalah kota lama. Hingga sampai masyarakat di daerah kepulauan seperti Penutuk (Lempar) dan Pongo juga Selat Nasik dari dulu sampai sekarang menamai dengan TUBUH ALI di sederhanakan menjadi TOBOALI. Hal itupun dikuatkan dengan bukti-bukti material sejarah atas peninggalan Belanda yang saat ini masih tersisa, salah satunya adalah Benteng pertahanan perang saat melawan Belanda di Desa Tanjung Ketapang dijadikan museum di Toboali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *