Example 728x250.

Tempilang Bangun Generasi Qurani Sejak Dini, Lomba Tahfidz Juz 30 Resmi Ditutup Wabup Bangka Barat

banner 120x600

Cakrawalanational.news-Bangka Barat, Lomba Tahfidz Al-Qur’an Juz 30 tingkat TK/PAUD, SD/MI, dan SMP/MTs se-Kecamatan Tempilang tahun 2026 resmi ditutup oleh Wakil Bupati Bangka Barat, Yus Derahman, di Masjid Allahu Akbar, Gang Nurul, Desa Benteng Kota, Senin, (2/3/2026).

Penutupan yang berlangsung selepas salat Ashar itu menjadi puncak rangkaian kegiatan tahunan yang kini memasuki tahun keempat penyelenggaraan. Tahun ini, untuk pertama kalinya panitia memperluas kategori peserta hingga jenjang TK/PAUD—sebuah langkah strategis yang dinilai memperkuat fondasi pendidikan Al-Qur’an sejak usia dini.

Acara tersebut dihadiri Camat Tempilang Rusian, Kapolsek Tempilang Ipda M. Deni Irawan, Koordikpora Bambang Suwarno, Kepala Desa Benteng Kota Saprul, pimpinan pondok pesantren, dewan juri, kepala sekolah, santriwan-santriwati, serta ratusan masyarakat.

Ketua panitia Ardiansyah, S.H.I., menegaskan bahwa pelibatan peserta usia dini menjadi pembaruan penting dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Tahun ini menjadi tahun keempat dan untuk pertama kalinya kita sertakan tingkat TK/PAUD. Ini bagian dari upaya membumikan Al-Qur’an sejak usia dini,” ujarnya.

Perluasan ini menunjukkan meningkatnya minat keluarga terhadap pendidikan tahfidz. Kecamatan Tempilang sendiri dikenal memiliki sejumlah pondok pesantren aktif yang konsisten melahirkan santri dan penghafal Al-Qur’an.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Yus Derahman menekankan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar perlombaan.
“Ini bagian dari ikhtiar menanamkan nilai-nilai keislaman sejak dini dan membentuk generasi berakhlak mulia,” tegasnya.

Sore itu, selepas pengumuman juara, halaman masjid dipenuhi wajah-wajah kecil yang memeluk piagam penghargaan.

Yagami Az Zikra Dewa, juara pertama tingkat TK putra, berdiri kaku sambil menggenggam trofi yang hampir sebesar lengannya. Ibunya tersenyum sembari mengusap kepala sang anak. “Kami hanya mendampingi murajaah setiap malam,” katanya lirih.

Di sisi lain, seorang peserta SMP yang belum meraih juara tetap menunjukkan semangat. “Saya ingin ikut lagi tahun depan,” ujarnya singkat.

Momentum berbuka puasa bersama, salat Maghrib, Isya, hingga tarawih berjamaah memperkuat suasana kebersamaan. Di sela penyerahan hadiah, Wakil Bupati juga menyerahkan bantuan sembako kepada lansia dan kaum duafa, menambah dimensi sosial dalam kegiatan keagamaan tersebut.

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa pendidikan tahfidz memiliki dampak signifikan terhadap pembentukan karakter dan perkembangan kognitif anak.

Studi dalam Jurnal Pendidikan Islam (2021) menyebutkan bahwa program tahfidz terstruktur meningkatkan disiplin, daya ingat, serta penguatan nilai moral siswa.

Penelitian lain dalam Tarbawi: Jurnal Pendidikan Agama Islam (2020) menemukan bahwa integrasi hafalan Al-Qur’an dalam kurikulum sekolah berkontribusi pada pembentukan identitas religius yang kuat serta peningkatan motivasi belajar.

Dalam konteks sosial, laporan Pusat Studi Agama dan Demokrasi (2019) menunjukkan bahwa kegiatan keagamaan kolektif pada level lokal memperkuat kohesi sosial dan solidaritas komunitas, terutama di bulan Ramadhan.

Dengan demikian, lomba tahfidz di Tempilang dapat dipahami sebagai bagian dari strategi pembangunan karakter berbasis nilai religius yang sejalan dengan temuan akademik tersebut.

Meski mendapatkan apresiasi luas, keberlanjutan program tahfidz memerlukan dukungan berkelanjutan—baik dalam bentuk pelatihan guru, fasilitas belajar, maupun sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga pendidikan.

Tanpa pembinaan rutin, kompetisi berisiko menjadi sekadar agenda seremonial tahunan. Namun jika dikelola secara konsisten, ia berpotensi menjadi ekosistem pendidikan karakter yang berdampak jangka panjang bagi generasi Qurani di Bangka Barat.

(Tim/CNN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *