Cakrawalanational.news-Bangka, Razia akhirnya digelar, Senin (02/03/2026). Aparat turun lengkap dengan seragam, kamera, dan catatan. Namun ekskavator yang selama sepekan terakhir merobek hutan mangrove Dusun Mengkubung, Desa Riding Panjang, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka, sudah lebih dulu menghilang.
Tim gabungan yang terdiri dari KPH Bubus Panca, Kanitreskrim Polsek Belinyu, Kepala Resort BKSDA Hutan Konservasi, serta Tim “Kakap Putih” menyisir lokasi sejak pukul 09.15 WIB. Yang ditemukan hanya ponton tambang tanpa operator, bekas lintasan rantai besi, jalur kayu darurat, serta kubangan galian yang memotong aliran pasang surut. Vegetasi mangrove tumbang dalam radius puluhan meter.
Yang tak ditemukan adalah alat berat sebagai barang bukti utama. “Pendalaman akan dilakukan terhadap pemilik alat berat,” ujar Kanitreskrim Polsek Belinyu singkat.
Bagi warga, razia ini terasa terlambat. Sehari sebelumnya, suara mesin masih terdengar. Kini yang tersisa hanya jejak di lumpur yang belum sempat mengeras.
“Kalau alat berat bisa hilang sebelum razia, berarti ada yang membisikkan jadwal,” kata seorang nelayan.
Mangrove Mengkubung selama ini menjadi benteng alami pesisir sekaligus sumber penghidupan nelayan. Kerusakan yang terjadi tak hanya mengancam ekosistem, tetapi juga dapur warga.
Warga mendesak pengusutan kebocoran informasi, pemeriksaan pemilik ekskavator, serta rehabilitasi mangrove secara transparan. Tanpa itu, mereka menilai operasi ini hanya akan menjadi catatan administratif, bukan penegakan hukum yang sesungguhnya.
Di Mengkubung, yang hilang bukan hanya ekskavator. Yang ikut terkikis adalah kepercayaan.
(Ril/CNN)











Tinggalkan Balasan