Example 728x250.

Mulai 5 Februari, DPRD Babel Pastikan Pasokan LPG 3 Kg Kembali Normal

banner 120x600

Didit: Kita harus objektif, karena agen-agen yang menyalurkan ke daerah jauh juga punya beban biaya

Cakrawalanational.news-Pangkalpinang, Menjelang Bulan Ramadhan ini, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) pastikan pasokan LPG 3 Kilogram akan kembali normal mulai 5 Februari 2026.

Hal ini disampaikan oleh Ketua DPRD Babel Didit Srigusjaya usai menggelar audiensi dengan Asosiasi Pedagang Kaki Lima (APKLI), perwakilan Pertamina, Stafsus Gubernur Babel, perwakilan masyarakat yang membahas terkait kelangkaan LPG yang berdampak pada kebutuhan rumah tangga, UMKM, hingga sektor ekonomi masyarakat, yang berlangsung di ruang Banmus DPRD Babel, Senin (2/1/2026).

“Saya mengucapkan terimakasih kepada APKLI Bangka Belitung, staf khusus gubernur, pihak Pertamina yang luar biasa hadir. Alhamdulillah, dari rapat tadi ada beberapa kesimpulan penting,” ujar Didit kepada wartawan.

Didit menambahkan, kesimpulan pertama dari audiensi itu adalah jika tidak ada halangan distribusi LPG 3 kg mulai 5 Februari penyaluran gas melon dipastikan kembali normal di seluruh Pulau Bangka Belitung (Babel). Namun demikian perlu di ingatkan penyaluran tetap harus tepat sasaran.

Kesimpulan kedua lanjut Didit, akan dibentuk tim pengawasan terpadu untuk mengawasi penyaluran LPG 3 kg agar benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak tepat sasaran.

“Tim tersebut nantinya akan melibatkan aparat penegak hukum (APH), seperti kepolisian dan kejaksaan, dan menjadi kewenangan pihak eksekutif,” sebut Didit.

Ia juga menyampaikan bahwa Pertamina memastikan jelang Ramadan dan Idul Fitri 2026 stok LPG 3 Kilogram dalam kondisi aman.

“InsyaAllah untk stok LPG 3 Kilogram jelang Ramadan dan Idulfitri Pertamina pastikan aman,” katanya.

Didit menegaskan, terkait harga eceran tertinggi (HET) perlu adanya kepastian hukum yang jelas. Hal itu penting agar agen LPG yang menyalurkan ke daerah terpencil juga mendapatkan kejelasan dan keadilan.

“Kita harus objektif, karena agen-agen yang menyalurkan ke daerah jauh juga punya beban biaya,” jelasnya.

Langkah kedepan, Didit menambahkan, DPRD Babel bersama Gubernur akan mendesak pemerintah pusat untuk membangun kilang atau depo penampung LPG baru di Bangka Belitung.

Hal ini dinilai penting mengingat kondisi geografis Babel sebagai daerah kepulauan dengan cuaca laut dan udara yang kerap ekstrem.

“Dengan adanya kilang atau penampung LPG baru, permasalahan kelangkaan LPG 3 kg diharapkan tidak terulang lagi,” tutupnya.

(Hr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *