banner

Para Tokoh Komite Reformasi Belitung Gelar Jumpa Pers di Wisma Adithya Pangkallalang

banner 120x600

Cakrawalanational.news-Tanjungpandan, Sejumlah tokoh yang tergabung dalam Komite Reformasi Belitung untuk Masa Depan menggelar konferensi pers menjelang kegiatan Diskusi Terbatas bertema Kepemimpinan, Pariwisata, dan Kelestarian Alam Kepulauan Bangka Belitung (Babel). Acara jumpa pers tersebut berlangsung di Wisma Adithya, Jalan Pangeran Diponegoro, Kelurahan Pangkallalang, Kabupaten Belitung, Senin (10/11/2025) sore.

Hadir dalam pertemuan itu antara lain H. Soehadi Hasan (Koordinator), Ir. H. Suryadi Saman, M.Sc. (Pengarah/Steering Committee), Drs. H. Abdul Hadi Adjin (Koordinator Acara), Juhri, S.Pd.I., S.H. (Moderator), Sabriansyah, dan Firman.

Adapun Diskusi Terbatas akan digelar pada Rabu, 12 November 2025, pukul 09.30 WIB di Hotel Pondok Impian, Jalan Air Saga, Tanjungpandan.

Dalam kesempatan tersebut, Ir. H. Suryadi Saman, M.Sc. selaku Pengarah menyampaikan bahwa pihaknya telah mengundang pakar hukum tata negara, Dr. Refly Harun, untuk hadir sebagai narasumber utama.

“Kami sudah melakukan kontak ke Jakarta, dan Alhamdulillah Dr. Refly Harun bersedia hadir dalam diskusi ini untuk menyampaikan pandangan serta refleksi perjalanan 25 tahun Provinsi Kepulauan Bangka Belitung,” ujar Suryadi Saman.

Sementara itu, H. Soehadi Hasan menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan ajang politik, melainkan forum intelektual untuk membahas arah pembangunan daerah dan kebijakan publik yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Kami tidak membela siapa pun. Kami hanya ingin menegaskan bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan perlakuan adil di mata hukum,” tegasnya.

Senada dengan itu, Juhri, S.Pd.I., S.H. selaku moderator menyoroti pentingnya semangat perjuangan dan kesadaran sejarah dalam menjaga persatuan masyarakat Bangka dan Belitung.

 

“Kami ingin mengingatkan bahwa perjuangan membentuk Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bukan sekadar urusan politik, melainkan wujud perjuangan rakyat yang harus dihargai. Dulu memang pernah ada wacana agar Belitung pisah dari Bangka, bahkan bergabung dengan DKI Jakarta. Namun semangat kami adalah tetap menjaga kebersamaan dalam provinsi ini,” ungkapnya.

Melalui forum ini, Komite Reformasi untuk Belitong Masa Depan berharap dapat mendorong refleksi, memperbaiki tata kelola pemerintahan, serta meneguhkan semangat “Maju Terus Pantang Mundur” demi masa depan Belitong dan Bangka Belitung yang lebih berintegritas.

(Sn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *