Example 728x250.

BBM Langka hingga Ditekan Aparat, HNSI Belitung Bela Nelayan

banner 120x600

Cakrawalanational.news-Tanjungpandan, Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (DPC HNSI) Kabupaten Belitung, Kepulauan Bangka Belitung (Babel) meminta Aparat Penegak Hukum (APH) maupun pihak terkait lainnya agar tidak mempersulit nelayan dalam menjalankan aktivitas mencari nafkah di laut.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPC HNSI Belitung, Jasman SE, saat dimintai tanggapan wartawan melalui pesan WhatsApp, Sabtu (6/9). Ia menyebut pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Ketua DPC HNSI Belitung, H Muhtar Motong atau Aji Tarek, serta Ketua DPD HNSI Bangka Belitung terkait keluhan para nelayan tersebut.

Menurut Jasman, belakangan ini banyak nelayan Belitung mengeluhkan kesulitan melaut karena sering mendapat gangguan dari APH, selain juga terbentur masalah sulitnya memperoleh BBM bersubsidi.

“Kami minta kepada APH agar tidak mempersulit nelayan melaut atau mencari ikan di laut. Kalau memang nelayan itu melanggar aturan, mestinya APH berikan dulu pemahaman dan bagaimana solusinya,” tegas Jasman.

Ia mencontohkan, ada laporan nelayan pengguna jaring ikan yang ditangkap Satpolair Belitung lantaran menggunakan jaring yang dilarang. Padahal, kata dia, kondisi ekonomi masyarakat sedang sulit sehingga jangan sampai nelayan makin tertekan untuk sekadar mencari makan.

HNSI menekankan permintaan ini bertujuan memastikan hak-hak nelayan tetap terlindungi dan tidak terhambat oleh kebijakan ataupun tindakan yang memberatkan.

“Ke depan kami juga akan berkoordinasi dengan Satpolair Belitung dan pihak-pihak lain. Kami siap melakukan pendampingan dan pembelaan agar nelayan bisa bekerja, hidup layak, dan tidak dirugikan oleh kebijakan atau tindakan aparat,” tambahnya.

Putra daerah Belitung itu juga mengingatkan aparat agar dalam menegakkan aturan tidak menambah beban bagi nelayan yang sudah menghadapi berbagai tantangan di laut.

“Tolong APH dapat membantu memperlancar aktivitas nelayan mencari nafkah. Pastikan juga distribusi BBM bersubsidi tidak dipersulit,” pintanya.

Lebih lanjut, Jasman mengimbau apabila ada nelayan menggunakan alat tangkap terlarang, aparat hendaknya mengedepankan pendekatan persuasif.

“Kalau ada yang masih melanggar, kasih pencerahan dulu. Jangan langsung ditangkap, karena bisa jadi sebagian nelayan memang tidak mengetahui aturan itu,” pungkasnya.

(Pit/CNN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *