Example 728x250.

Nabi Muhammad SAW Merubah SIM Manusia

banner 120x600

Dato’ Marwan: Kehadiran Nabi Muhammad dimuka bumi ini bagaikan matahari yang menyinari dunia dan bagaikan bulan purnama yang bersinar dimalam yang gelap gulita

Cakrawalanational.news-Sungaiselan, Dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Riadus Sholihin Sungaiselan, Bangka Tengah (Bateng) Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Kamis malam (4/9/25). Ketua Majlis Adat Budaya Melayu Indonesia (MABMI) Bangka Belitung, Dato Marwan Al-ja’fary hadir langsung dan diminta sebagai penceramah hikmah Maulid Nabi.

Dalam materi tausiahnya Dato’ Marwan menyampaikan bahwa sesungguhnya Nabi Muhammad SAW dilahirkan dan diutus Allah kemuka bumi ini dengan membawa tugas yaitu untuk Merubah SIM manusia.

Pada saat ditanyakan Dato’ kepada para jemaah apa itu SIM, para jemaah menjawab SIM itu adalah Surat Izin Mengemudi karena kebetulan jemaah yang hadir kebanyakan profesinya sebagai supir truk di Sungaiselan.

Namun dalam kesempatan itu Dato’ Marwan menjelaskan bahwa SIM yang dimaksud dan dirubah oleh Nabi Muhammad itu bukan Surat Izin Mengemudi, kalau SIM yang itu urusannya bapak polisi kata Dato’ sambil bercanda, tapi SIM yang dimaksud adalah Spritualitas Intelektualitas dan Moralitas (SIM).

Artinya jika diuraikan satu persatu, Spritualitas adalah bagaimana hubungan antara hamba dengan tuhannya, kalau hubungan hamba dengan tuhannya belum baik, belum dekat dan belum cinta maka harus segera dirubah dan diperbaiki untuk menjadi lebih baik.

Kemudian Intelektualitas, kata dato adalah pola pikir atau mindset manusia yang saat itu cenderung berpikir hanya mencari kesuksesan dan kebahagiaan di dunia saja tapi mengabaikan kesuksesan dan kebahagiaan di akherat, mengenai urusan ini pola pikir kita harus berimbang kalau mau selamat didunia dan selamat di akherat kata dato.

Setelah itu Moralitas yaitu prilaku adab dan akhlak manusia, dimana ketika Nabi Muhammad dilahirkan saat itu kondisi sosial dan akhlak masyarakatnya sangat buruk dan hancur serta tidak beradab sehingga masa itu dinamakan dengan masa jahiliyah atau masa kegelapan.

Kendati demikian, dengan dakwah yang disampaikan oleh Nabi Muhammad mampu merubah kondisi umatnya menjadi manusia-manusia yang berakhlak dan beradab. Oleh karena itulah SIM yang berhasil dirubah oleh Nabi Muhammad SAW harus bisa kita ambil hikmahnya sehingga bisa membawa umatnya keluar dari kegelapan menuju masa yang terang benderang (Minazzulamati Ilannur).

Dato’ Marwan juga menjelaskan dalam ceramahnya, bahwa dengan berhasilnya Nabi Muhammad melakukan perubahan SIM ini maka sekaligus bisa mengantarkan status dirinya dari seorang pemuda pengembala domba menjadi seorang pemimpin tersukses didunia ini.

“Kehadiran Nabi Muhammad dimuka bumi ini bagaikan matahari yang menyinari dunia dan bagaikan bulan purnama yang bersinar dimalam yang gelap gulita” jelas Dato’ dalam ceramah uraian hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW malam itu.

(Hairul Anwar/CNN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *