Example 728x250.
BERITA  

Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa di Manado Berakhir Ricuh

banner 120x600

Cakrawalanational.news-Manado, Aksi unjuk rasa mahasiswa dan aliansi masyarakat di depan Kantor DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) berakhir ricuh setelah bentrok antara aparat keamanan dan massa demonstran. Aksi yang berlangsung sejak siang hari itu dibubarkan paksa dengan tembakan gas air mata dan water cannon usai aspirasi mereka tidak ditanggapi oleh anggota dewan hingga batas waktu yang ditetapkan.

Aksi demo dimulai sekitar pukul 13.30 WITA, ketika ratusan mahasiswa dari berbagai universitas, termasuk Aliansi Mahasiswa dan Rakyat Sulut (Amara), berkumpul di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kairagi, Manado. Mereka berjalan kaki menuju Kantor DPRD Sulut sambil membawa spanduk dan menyanyikan lagu-lagu perjuangan. Massa menuntut evaluasi kinerja pemerintah, penghapusan tunjangan anggota DPRD, serta kenaikan upah minimum bagi pekerja .

Sampai pukul 17.40 WITA, tidak ada perwakilan DPRD yang memenuhi permintaan dialog langsung dengan massa. Ketua DPRD Sulut, Fransiskus Silangen, sempat menawarkan dialog dengan perwakilan mahasiswa maksimal 10 orang, namun ditolak massa yang menginginkan seluruh peserta aksi diizinkan masuk ke halaman gedung. Penolakan ini memicu kekecewaan dan meningkatkan tensi di lokasi .

Kapolda Sulut Irjen Pol. Royke Langie dan Kapolres Manado Kombes Pol Irham Halid telah memimpin pengamanan dengan mengerahkan personel TNI dan Polri. Mereka berulang kali mengimbau massa agar tetap tertib dan tidak terprovokasi. Aparat juga dibantu sejumlah organisasi masyarakat (ormas) yang berjaga di depan pintu gerbang DPRD untuk mencegah pendudukan gedung .

Setelah melewati batas waktu yang diizinkan hingga pukul 18.00 WITA, aparat mulai mengambil langkah tegas. Massa yang masih bertahan dilempari gas air mata dan disemprot dengan water cannon. Beberapa demonstran membalas dengan melemparkan botol air mineral dan benda lainnya ke arah aparat. Situasi semakin tidak terkendali ketika aparat mendorong massa menjauh dari gedung DPRD menuju Jalan Piere Tendean (Boulevard) .

Kericuhan ini mengakibatkan lumpuhnya total arus lalu lintas di sekitar Kantor DPRD Sulut. Sejumlah ruas jalan alternatif terpaksa dialihkan untuk mengurai kemacetan. Hingga malam hari, aparat masih melakukan penghalauan terhadap massa yang mencoba bertahan dan melakukan perlawanan .

Koordinator aksi mahasiswa menegaskan bahwa demonstrasi ini murni bentuk evaluasi kinerja pemerintah. “Kami tidak mau rusuh, hanya menyampaikan kekecewaan terhadap kebijakan yang menyulitkan rakyat, seperti kenaikan harga dan pajak,” ujar salah satu orator. Mereka juga menolak keras kenaikan tunjangan anggota dewan di tengah kesulitan ekonomi yang dialami masyarakat .

Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan TNI-Polri untuk bertindak tegas terhadap aksi anarkis namun tetap mendengarkan aspirasi rakyat. Ia juga meminta pimpinan DPR mengundang tokoh masyarakat dan mahasiswa untuk dialog langsung. Kebijakan pencabutan tunjangan anggota DPR mulai September 2025 turut ditegaskan kembali.

Aksi ini menyisakan pertanyaan tentang responsivitas DPRD terhadap aspirasi masyarakat. Sementara mahasiswa berjanji akan terus menyuarakan tuntutan, aparat keamanan mengingatkan agar unjuk rasa tetap dalam koridor hukum. Dialog konstruktif diharapkan dapat mencegah kericuhan serupa di masa depan.

(Debby/CNN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *