Example 728x250.

DPRD Babel Tanggap Tuntutan Mahasiswa, Janji Potong Tunjangan dan Kunker: Sebuah Langkah Berani Menuju Transparansi?

banner 120x600

Cakrawalanational.news-Pangkalpinang, Dalam sebuah langkah yang menunjukkan keseriusan dalam merespons tuntutan masyarakat, DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) baru-baru ini menggelar pertemuan dengan mahasiswa dari Gerakan Bangka Belitung Menggugat. Pertemuan ini merupakan respons langsung dari aksi unjuk rasa yang digelar mahasiswa di depan Gedung DPRD Babel, Senin (1/9/2024).

Ketua DPRD Babel, Didit Srigusjaya menyatakan bahwa pihaknya akan memotong tunjangan dan kunjungan kerja ke luar daerah sebagai bentuk respons terhadap tuntutan mahasiswa.

“Besok pagi kami akan memanggil Dirut PT Timah untuk meminta segera dicabut IUP di Batu Beriga,” kata Didit saat dihubungi, Senin malam.

Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan transparansi dan efisiensi dalam pengelolaan sumber daya alam di Babel.

Selain itu, Didit juga menegaskan bahwa DPRD Babel telah mengusulkan pencabutan hutan tanaman industri di beberapa kabupaten.

“Itu sudah kami sampaikan ke Dirjen Planologi dan akan kami kawal sampai selesai,” ujarnya.

Upaya ini menunjukkan komitmen DPRD Babel untuk mendukung pembangunan yang berkelanjutan dan melindungi lingkungan hidup di Babel.

Tuntutan mahasiswa yang disampaikan dalam aksi unjuk rasa tersebut mencakup beberapa poin penting, antara lain meminta pemerintah menghapuskan hak istimewa dan memotong gaji pejabat negara, perwira tinggi, pejabat negara non-kementerian, komisaris, dan BUMN, serta menurunkan tunjangan DPR-RI, DPD-RI, dan DPRD setingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

Atas peristiwa itu, Gubernur Babel, Hidayat Arsani, dan Ketua DPRD Babel, Didit Srigusjaya, juga menandatangani pernyataan sikap dan tuntutan para mahasiswa di akhir unjuk rasa. (Pr/CNN)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *