Tri Agus: Kami mengutuk keras kejadian ini, karena ini merupakan kejahatan luar biasa
Cakrawalanational.news-Nagan Raya, Peristiwa penyerangan dan pembacokan terhadap jurnalis Ridwanto di Nagan Raya, Aceh, menuai kecaman keras dari berbagai pihak. Salah satunya pernyataan keras dari seorang Tokoh Jurnalis Muda, Tri Agus Wantoro, Ketua DPP Lembaga Hukum Adil Bangsa Yustisia, meminta polisi untuk mengungkap dalang di balik serangan tersebut.
“Kami mengutuk keras kejadian ini, karena ini merupakan kejahatan luar biasa yang telah direncanakan. Jurnalis, diserang dan dibacok preman diduga suruhan saat lakukan investigasi,” jelas Tri Agus dalam pernyataan resminya.
Menurut Tri Agus, serangan terhadap Ridwanto diduga terkait dengan investigasi yang dilakukan oleh jurnalis tersebut terhadap perusahaan besar di Nagan Raya Aceh.

“Indikasi dan laporan di lapangan menyebutkan bahwa pelaku diduga merupakan suruhan dari salah satu perusahaan besar di Nagan Raya karena korban saat ini sedang mengungkap perkara besar terkait perusahaan ini,” ungkapnya.
Oleh sebab itu, Tri Agus meminta Kepolisian Resort (Polres) Nagan Raya untuk segera menangkap pelaku dan mengungkap dalang di balik serangan tersebut.
“Jika ini sampai tak terungkap, ini bakal jadi preseden buruk bagi penegakan hukum di kabupaten Nagan Raya ini yang mengartikan bahwa Polres Nagan Raya gagal menjaga keamanan dan ketertiban, gagal melindungi serta memberikan pengayoman bagi masyarakat di kabupaten ini,” tegasnya.
Sebelumnya insiden itu terjadi secara tiba-tiba, karena serangan terhadap Ridwanto terjadi saat ia melakukan investigasi di lokasi lahan perkebunan plasma bersama masyarakat. Diduga, lahan perkebunan masyarakat diserobot oleh perusahaan PT SPS2 di Desa Babah Lung, Kecamatan Tripa Makmur.
“Saat lakukan investigasi, seorang oknum diduga preman bayaran PT SPS2 tiba-tiba menyerang awak media Ridwanto menggunakan senjata tajam, menyebabkan luka di bagian dada,” kata Tri Agus.
Kasus ini menjadi perhatian serius bagi masyarakat dan menuntut Polres Nagan Raya untuk segera mengungkap dan menangkap pelaku. Dan tidak menutup kemungkinan insiden berdarah ini, lembaga yang dipimpin Tri Agus Wantoro akan melayangkan surat ke beberapa pihak yang berkompeten (Komnas HAM) dan aparat penegak hukum di pusat agar kasus diselesaikan terang benderang.
(Pr/CNN)


.












