Cakrawalanational.news-Manado, Ratusan massa dari berbagai organisasi masyarakat (ormas), termasuk TOSBRO 08 yang dipimpin oleh Jim Yon, menggelar aksi demonstrasi damai di depan Markas Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Utara. Aksi ini merupakan bentuk protes terhadap maraknya tindakan intoleransi yang dinilai mengancam keberagaman dan persatuan bangsa.
Dalam orasinya, Jim Yon menyampaikan kekecewaannya terhadap lemahnya penanganan kasus intoleransi di Indonesia. Ia menyatakan, “NKRI harga mati, tapi Bhinneka Tunggal Ika sudah mati.” Ucapan ini menggambarkan keresahan mendalam terhadap kondisi kebangsaan yang dinilai kian tergerus oleh sikap diskriminatif dan pembiaran terhadap pelanggaran hak beragama.
Para demonstran menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah dan aparat penegak hukum, yaitu:
1. Mengusut tuntas pelaku pengrusakan rumah ibadah, tanpa pandang bulu.
2. Menindak tegas aparat yang lalai dalam memberikan perlindungan terhadap masyarakat.
3. Menjamin perlindungan hukum yang setara bagi seluruh rumah ibadah di Indonesia, tanpa diskriminasi.
Jim Yon menegaskan bahwa gerakan ini bukan hanya membela umat Kristen, melainkan bentuk panggilan moral untuk mempertahankan semangat kebangsaan sebagaimana tertuang dalam Pancasila. “Kami Bangsa Minahasa berdiri bukan untuk memecah belah, tetapi untuk menggugat demi menyelamatkan Indonesia dari ancaman intoleransi,” tegasnya.
Aksi berlangsung dengan damai dan tertib. Massa menyanyikan lagu-lagu kebangsaan serta membacakan pernyataan sikap dari berbagai elemen masyarakat yang hadir. Mereka menyerukan agar negara hadir secara nyata dalam memberikan rasa aman dan keadilan bagi seluruh rakyat, tanpa terkecuali.
(Debby/CNN)


.












