Example 728x250.

Dato’ Alam Pelawan: DPRD Babel Harus Bertindak Tegas dalam Konflik Gubernur dan Wagub

banner 120x600

Dato’ Agus Adaw: Kita adalah Melayu yang beretika, memiliki tata krama, dan memiliki adat budaya yang kental dengan sopan santunnya

Cakrawalanational.news-Pangkalpinang, Babel, Dato’ Alam Pelawan, Penasehat Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia (MABMI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Agus Adaw angkat bicara terkait konflik antara Gubernur dan Wakil Gubernur (Wagub) Bangka Belitung (Babel) yang tak berkesudahan.

Menurut beliau, perseteruan antara keduanya sudah masuk dalam ranah konstitusi yang harus diselesaikan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Kepulauan Bangka Belitung (DPRD Babel) secara tegas.

Datu’ Agus Adaw menjelaskan, bahwa ada beberapa langkah yang harus dilakukan oleh DPRD Babel untuk menyelesaikan konflik ini.

“Pertama, DPRD harus memanggil kedua belah pihak, baik Gubernur maupun Wakil Gubernur, dalam rangka melakukan musyawarah mufakat untuk menyelesaikan masalah tersebut,” kata Datuk Agus.

Kendati demikian, jika permasalahan itu tidak ada titik temu, maka DPRD Babel dapat menggunakan hak interpelasi atau mempertanyakan permasalahan tersebut kepada kedua belah pihak yang bertikai.

“Jika kedua langkah tadi pun tidak bisa memiliki penyelesaian, maka DPRD juga punya hak lagi yaitu hak angket untuk melakukan penyelidikan,” tambah Dato’ Agus.

Jika masih tidak ada penyelesaian, maka titik terakhir adalah DPRD bersama rakyatnya, masyarakat Babel, melakukan mosi tidak percaya dengan menggeser pemerintahan tersebut, yaitu Gubernur dan Wakil Gubernur Babel dengan melakukan pemberhentian dari jabatannya karena telah melakukan pelanggaran etik berat atau kesalahan serius.

“DPRD dan rakyatnya bersama-sama melakukan impeachment mosi tidak percaya lagi kepada pemimpinnya, memberhentikan Gubernur dan Wakil Gubernur serempak karena telah membuat kesalahan besar, melanggar kode etik berat”, tandas Dato’ Agus.

Namun demikian, Iapun berharap konstitusi yang dilakukan oleh DPRD Babel harus benar-benar terlaksana secara adil dan bijaksana.

Terlepas dari itu, dikatakannya bahwa budaya Melayu di Provinsi Kepulauan Babel memiliki makna bahwa kedua pulau, Bangka dan Belitung, memiliki satu kesatuan.

“Oleh karena itu, secara tersirat atau de facto, kalau gubernurnya orang Bangka tentu wakil gubernurnya adalah orang Belitung, begitu juga kalau gubernurnya orang Belitung maka wakilnya adalah orang Bangka,” ungkap Dato’.

Dato’ juga memuji orang Belitung sebagai orang-orang yang cerdas, piawai, dan memiliki track record yang luar biasa.

“Banyak tokoh-tokoh yang terkenal dari Belitung, seperti Yusril Ihza Mahendra dan DN Aidit. Belitung adalah suatu bagian daripada provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang tak terpisahkan, termasuk aset kita bersama,” imbuhnya.

Oleh sebab itu Ia menekankan peran Gubernur dan Wakil Gubernur sangat penting dalam memimpin Bangka Belitung.

“Gubernur dan Wakil Gubernur bukanlah seperti suami istri yang hanya bertanggung jawab terhadap keluarga kecil, tapi mereka bertanggung jawab terhadap rakyat Bangka Belitung secara luas,” papar Dato’.

“Gubernur dan Wakil Gubernur adalah sebagai koordinator, pemimpin kita di Bangka Belitung yang memimpin sekaligus sebagai contoh yang terbaik. Mereka juga sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat yang diamanahkan oleh pusat untuk melakukan koordinasi dan memimpin Bangka Belitung,” terang salah satu Anggota Presidium Pembentukan Provinsi Kepulauan Babel ini.

Tak bosan-bosannya Dato’ katakan supaya permasalahan ini segera diselesaikan secara musyawarah mufakat, damai, dan tentram, sesuai dengan semboyan Bangka Belitung “Serumpun Sebalai”.

“Kita adalah Melayu yang beretika, memiliki tata krama, dan memiliki adat budaya yang kental dengan sopan santunnya,” tutup Datuk Agus.

(Hairul Anwar Al-ja’fary/CNN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *