Example 728x250.
BERITA  

Rapat Koordinasi Perangi Narkoba di Tojo Una-Una:Langkah Konkret dan Komitmen Bersama

banner 120x600

Cakrawalanational.news-Ampana, Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una (Touna), berkolaborasi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Tojo Una-Una, menggelar Rapat Koordinasi Pengembangan dan Pembinaan Kota/Kabupaten Tanggap Ancaman Narkoba tahun 2025.

Rapat yang berlangsung di Balai Taman Nasional Kepulauan Togean pada Selasa, (8/7/2025), dihadiri oleh Lurah Labiabae, Fariz Latjuba,S.T,M.M, dan perwakilan tokoh masyarakat Kelurahan Labiabae.

Pertemuan ini menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektoral dalam upaya memberantas peredaran narkoba, khususnya jenis “paket hemat” yang semakin mudah diakses oleh generasi muda.
Kepala BNN Tojo Una-Una, Djohansah Rahman, S.Pd., secara resmi membuka rapat dan menyampaikan pentingnya komitmen bersama dalam pencegahan dini.

Djohansah menekankan urgensi langkah-langkah proaktif untuk melawan ancaman narkoba yang semakin meningkat.
Dalam kesempatan tersebut, Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Tojo Una-Una, Alfian Matajeng, S.Pd.,M.A.P.,  mengungkapkan pentingnya penguatan regulasi daerah sebagai landasan hukum dalam pemberantasan narkoba.

Beliau merujuk pada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2019 dan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 21/2021 tentang P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika).
Selain itu, Alfian juga mendorong peran aktif Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) dalam kegiatan pencegahan di tingkat kecamatan.

Sementara itu Kepala Kesbangpol Tojo Una-Una, Herlina Leonita,S.H.,M.H., menambahkan pentingnya sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat dalam membentuk Forum Peduli Narkoba.

Herlina juga menekankan perlunya dukungan penganggaran yang memadai dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan dinas-dinas terkait untuk mendukung program-program pencegahan narkoba.

Rapat yang dihadiri oleh perwakilan dari berbagai sektor, termasuk TNI/POLRI, Kejaksaan, Kementerian Agama, lembaga vertikal lainnya, perwakilan lembaga pendidikan, dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), menghasilkan beberapa kesepakatan penting.

Kesepakatan tersebut antara lain: mendorong pembentukan Forum Peduli Narkoba hingga ke tingkat desa; penguatan edukasi pencegahan narkoba di sekolah-sekolah melalui penyediaan modul khusus; sinkronisasi anggaran pencegahan narkoba melalui Bappeda; dan kolaborasi aktif antar OPD, Forkopimcam, tokoh adat, dan organisasi masyarakat dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba.

Acara ditutup dengan harapan agar komitmen bersama yang telah disepakati dapat menjadi landasan yang kuat bagi Kabupaten Tojo Una-Una dalam menghadapi tantangan pencegahan dan pemberantasan narkoba secara terstruktur dan menyeluruh, sejalan dengan cita-cita Presiden Republik Indonesia.

(Muis/CNN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *