Cakrawalanational News-Pangkalpinang, Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Didit Srigusjaya, mengungkapkan adanya ketidaksesuaian data terkait jumlah pekerja migran asal Babel yang berada di luar negeri. Hal ini terungkap setelah pihaknya melakukan pertemuan dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) terkait kepulangan para pekerja migran.
Menurut Didit, data yang diterima DPRD Babel menunjukkan adanya 28 orang pekerja migran, namun setelah dilakukan pengecekan lebih lanjut, terdapat penambahan menjadi 30 orang.
“Data yang kita lihat ada 28 orang, ternyata ada 30 orang,” ungkap Didit dengan nada prihatin.
Didit juga menyoroti adanya indikasi penambahan jumlah pekerja migran yang tidak terdata.

“Yang jelas DPRD sudah membuka link yang menyampaikan laporan ke mereka 28 orang. Terus masuk paspornya ternyata ada tambahan 30 orang. Kami yakin ini akan lebih,” tegasnya.
Pihaknya memastikan akan terus mengawal proses kepulangan para pekerja migran hingga mereka tiba di Bangka Belitung.
“Tapi yang jelas akan kita urus sampai mereka datang ke Babel. Tetapi nak sabar, karena yang diurus pulangnya Babel seluruh Indonesia,” imbuhnya.
Didit juga memberikan imbauan tegas kepada generasi muda Bangka Belitung yang berencana bekerja di luar negeri. Ia menekankan pentingnya mengikuti jalur resmi dan sesuai aturan yang berlaku.
“Yang jelas bahwa kita berharap teman-teman khususnya yang akan tergoda melaksanakan niatnya untuk kerja ke luar negeri tidak secara resmi jangan dilakukan,” pungkasnya.
Diharapkan, Kemenlu dapat segera menindaklanjuti laporan ini dan memastikan kepulangan para pekerja migran berjalan lancar serta melakukan evaluasi terhadap sistem pengiriman tenaga kerja ke luar negeri agar kejadian serupa tidak terulang kembali. (Rd/CNN)


.












