Cakrawalanational News-Nagan Raya, Keluarga korban kecelakaan tunggal di Jalan Simpang Brafo, Nagan Raya, mengkritik lambannya bantuan yang diberikan oleh PT. SPS2, Selasa 4 Maret 2025.
Menurut Ridwanto, Ketua DPD Gabungan Media Online dan Cetak Ternama (GMOCT) Provinsi Aceh Kabupaten Nagan Raya, kecelakaan yang melibatkan orang tuanya terjadi, Kamis 27 Februari 2025, sekitar pukul 20.30 WIB. Kendaraan dumtruk milik korban terperosok ke parit setelah roda belakang kanan terperosok akibat jalan yang sempit dan longsor karena hujan deras.
“Di lokasi sudah banyak orang yang berusaha membantu, tapi mereka mengatakan pihak PT SPS2 sangat lamban memberikan bantuan alat berat. Padahal, kami sudah berkali-kali meminta bantuan, tapi hingga hampir 3 jam kemudian baru ada alat berat yang datang,” ujar Ridwanto.
Ridwanto mengungkapkan kekecewaannya terhadap sikap pihak PT. SPS2 yang dinilai tidak berperikemanusiaan. Pihak perusahaan hanya berdiri menyaksikan upaya pertolongan tanpa memberikan bantuan.
“Jarak pabrik ke lokasi kejadian hanya sekitar 1.600 meter! Kejadian sekitar pukul 20.30 WIB, tapi alat berat baru datang mendekati pukul 12.00 WIB tengah malam,” tegas Ridwanto.
Ridwanto mewakili keluarga besar korban menyatakan kekecewaan mendalam atas lambannya bantuan yang diberikan PT. SPS2. Ia berharap kejadian ini menjadi evaluasi bagi perusahaan agar lebih responsif dan humanis dalam memberikan pertolongan di masa mendatang.
“Kami berharap PT. SPS2 dapat mempertimbangkan kembali kebijakan dan prosedur mereka dalam memberikan bantuan kepada korban kecelakaan. Kami juga berharap pihak berwenang dapat melakukan penyelidikan dan mengambil tindakan yang tepat terhadap pihak yang bertanggung jawab,” ujar Ridwanto.
Pihak keluarga korban juga akan mempertimbangkan langkah hukum terkait peristiwa ini. (Rdw/CNN)


.












