Example 728x250.

Terkait Pemberitaan Tiang Pancang Terpasang Miring di Proyek Situ Kolong Minyak Jilid II

banner 120x600

CNN-Belitung Timur, Proyek peningkatan Situ Kolong Minyak jilid II yang dilaksanakan oleh Satker SNVT Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA) Bangka Belitung (Babel) kini telah mencapai kemajuan signifikan dengan progres pembangunan yang tercatat hingga 93 persen.

Namun, baru-baru ini, salah satu media online memberitakan bahwa beberapa tiang pancang yang terpasang dalam proyek ini ditemukan dalam posisi miring. Akibatnya muncul kekhawatiran, karena berpotensi menurunkan kualitas bangunan dan menimbulkan risiko insiden di masa depan.

Proyek bernilai fantastis sebesar Rp 36,8 miliar ini berada di Kabupaten Belitung Timur, dan bertujuan untuk meningkatkan infrastruktur sumber daya air di wilayah tersebut.

Menanggapi laporan tersebut, Kepala SNVT PJSA Bangka Belitung, Agus Saputra memberikan klarifikasi.

Menurut Agus, total terdapat 2.520 tiang pancang yang telah dipasang. Dari jumlah tersebut, hanya sekitar 50 tiang yang mengalami kemiringan, yang disebabkan oleh lapisan batu keras di bawah tanah yang menghalangi pemancangan tiang secara sempurna.

“Sebanyak 2.520 tiang pancang telah dipasang di sekitar kolong. Dari jumlah tersebut, kurang dari 50 tiang mengalami kemiringan, akibat lapisan batu yang menyulitkan proses pemancangan. Hal ini mengakibatkan tiang tidak dapat dicabut kembali karena terkunci. Namun, rata-rata kemiringannya kurang dari 30 derajat,” jelas Agus, Sabtu (07/12/2024).

Namun, Agus menegaskan bahwa kondisi ini tidak membahayakan keseluruhan struktur. Sebab, tiang pancang tersebut merupakan bagian dari sistem pondasi grup (group pile), yang dirancang untuk bekerja secara kolektif dalam mendistribusikan beban.

Dengan demikian, pergeseran pada beberapa tiang tidak akan mempengaruhi stabilitas atau keamanan proyek secara keseluruhan.

“Kami telah melakukan inspeksi lapangan secara rutin dan hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa meskipun ada sedikit pergeseran pada beberapa tiang, struktur secara keseluruhan tetap aman. Pondasi grup yang dirancang untuk mendistribusikan beban secara merata ini telah berfungsi dengan baik,” tegas Agus.

Dalam sistem pondasi grup, kekuatan struktur bergantung pada distribusi beban yang merata di seluruh tiang pancang.

Oleh karena itu, kemiringan pada satu tiang tidak akan mempengaruhi kestabilan struktur secara keseluruhan.

Sebagai langkah lanjutan, pihak terkait tetap akan melakukan evaluasi dan pemantauan lebih lanjut untuk memastikan kualitas dan keselamatan proyek tetap terjaga. Beberapa langkah yang telah disiapkan antara lain:

1. Evaluasi lebih lanjut oleh tim ahli struktur untuk memastikan bahwa semua komponen pondasi berfungsi sesuai dengan perencanaan.

2. Menyusun jadwal inspeksi dan perawatan berkala untuk memastikan pondasi tetap dalam kondisi optimal.

“Kami akan terus berkomunikasi secara transparan dengan masyarakat dan pihak terkait untuk memberikan informasi terkini. Kami juga terbuka terhadap masukan dan pengawasan dari semua pihak guna memastikan proyek ini berjalan sesuai dengan harapan,” ujar Agus menutup wawancara.

Pihak SNVT PJSA Bangka Belitung berkomitmen untuk terus menjaga kualitas, keselamatan, dan ketepatan waktu dalam penyelesaian proyek yang diperkirakan akan memberikan dampak positif bagi infrastruktur sumber daya air di Belitung Timur.

(Pit)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *