CNN-Luwuk, Komitmen Pemerintah Kabupaten tak Banggai dalam mendukung sektor pendidikan terlihat semakin nyata. Di bawah kepemimpinan Bupati Amirudin Tamoreka dan Wakil Bupati Furqanuddin Masulili, Pemkab Banggai meluncurkan program unggulan berupa pembagian seragam sekolah gratis bagi seluruh siswa.
Program ini hadir sebagai wujud perhatian pemerintah dalam memastikan setiap anak mendapatkan akses pendidikan yang layak, tanpa melihat latar belakang ekonomi.
“Ini adalah upaya kami untuk meringankan beban para orang tua, terutama yang berasal dari keluarga menengah ke bawah, serta memberikan rasa percaya diri bagi siswa dalam bersekolah,” ujar Bupati Amirudin.
Menurutnya, seragam gratis juga akan menciptakan kesetaraan di lingkungan sekolah, sehingga siswa bisa belajar dengan nyaman tanpa memikirkan perbedaan sosial.
Sejak awal kepemimpinan Amirudin-Furqanuddin, Pemkab Banggai terus meningkatkan alokasi anggaran pendidikan. Untuk program pendidikan gratis, sebanyak Rp14,8 miliar telah digelontorkan guna mendukung 34.222 siswa SD. Sementara itu, bagi 16.590 siswa SMP, anggaran sebesar Rp11,5 miliar telah dialokasikan.
Tidak hanya untuk seragam, anggaran pendidikan ini juga mencakup berbagai keperluan operasional sekolah (BOS) yang dialokasikan mulai dari tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), SD, hingga SMP, serta sekolah nonformal dan program kesetaraan.
Selama tiga tahun terakhir, dana BOS untuk SD mencapai Rp101,8 miliar, yang disalurkan kepada 950 sekolah di Kabupaten Banggai. Tahun 2021, BOS untuk SD mencapai Rp33,2 miliar, naik menjadi Rp34,8 miliar di 2022, dan Rp33,7 miliar pada 2023. Untuk tingkat SMP, dana BOS juga mengalami peningkatan signifikan, dari Rp17,2 miliar pada 2021 menjadi Rp19,3 miliar di 2023, mencakup 327 sekolah.
Tidak ketinggalan, PAUD juga mendapatkan perhatian khusus dengan anggaran sebesar Rp5,4 miliar pada 2021, meningkat hingga Rp7,07 miliar di 2022, dan Rp6,8 miliar di 2023 untuk 1.067 lembaga PAUD. Program ini bertujuan mendukung kesiapan belajar anak-anak sejak dini.
Pemerintah Kabupaten Banggai juga memperhatikan pendidikan nonformal, seperti Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).
Dana untuk program ini meningkat setiap tahun, dari Rp665 juta pada 2021 hingga mencapai Rp1,3 miliar di 2023, yang membantu mengoperasikan 36 PKBM di Banggai.
Tak hanya seragam gratis, anggaran pendidikan ini juga mendukung biaya praktik lapangan, transportasi, uang saku, dan kursus tambahan bagi siswa formal. Bahkan, ada alokasi untuk praktik lapangan dan magang guna mempersiapkan siswa menuju dunia kerja.
“Kami ingin setiap siswa di Kabupaten Banggai dapat mengejar cita-citanya tanpa terbebani masalah biaya,” tegas Bupati Amirudin. Ia berharap program-program ini akan membangun generasi muda yang siap bersaing dan berkarya demi kemajuan daerah dan bangsa.
Komitmen kepemimpinan AT-FM untuk pendidikan ini menggambarkan peran penting pemerintah daerah dalam membangun sumber daya manusia unggul.
Dengan beragam dukungan pendidikan, Kabupaten Banggai berharap mampu melahirkan generasi yang cerdas, tangguh, dan siap berkontribusi dalam pembangunan berkelanjutan.
(Red)


.












