Example 728x250.

Menagih “Gebrakan” Kadis Pendidikan Deli Serdang, Antara Prestasi atau Sekadar Retorika?

Oplus_16908288
banner 120x600

Cakrawalanational.news-DELI SERDANG, Narasi optimistis yang kerap dilontarkan Kepala Dinas Pendidikan Deli Serdang mengenai peningkatan mutu pendidikan kini berada di bawah “radar” publik. Alih-alih terbuai dengan janji, para pemerhati pendidikan justru menantang sang Kepala Dinas untuk membuktikan komitmennya melalui kebijakan yang tidak sekadar seremoni di atas kertas.

Dr. (Cand) Muhammad Ilham, S.Pt., S.H., M.H., seorang pengamat pendidikan yang vokal, menegaskan bahwa masyarakat Deli Serdang saat ini sudah mencapai titik jenuh dengan narasi administratif. Menurutnya, ukuran keberhasilan seorang Kepala Dinas bukan terletak pada seberapa sering ia berpidato, melainkan pada perubahan fundamental di akar rumput, sekolah.

Ujian Pertama, “Bersih-Bersih” Pengangkatan Kepala Sekolah

Ilham menyoroti bahwa indikator paling telanjang dari keseriusan Dinas Pendidikan adalah tata kelola kepemimpinan sekolah. Ia mengkritik keras praktik lama yang diduga masih menghantui birokrasi pendidikan, di mana jabatan Kepala Sekolah sering kali menjadi “hadiah” atas kedekatan, bukan hasil dari kompetensi.

“Jangan ada lagi cerita guru yang jarang masuk kelas, tidak punya rekam jejak bagus, tiba-tiba duduk di kursi Kepala Sekolah hanya karena faktor ‘kedekatan’ atau rekomendasi pihak tertentu,” tegas Ilham dalam pernyataannya.

Menurutnya, jika jabatan strategis ini diberikan kepada sosok yang salah, maka yang dikorbankan bukan hanya sistem manajemen sekolah, melainkan masa depan ribuan siswa di Deli Serdang.

Reformasi Birokrasi, Berani atau Tidak?

Lebih lanjut, Ilham menekankan bahwa reformasi pendidikan tidak akan pernah tercapai tanpa keberanian memotong mata rantai nepotisme. Ia menyebut bahwa publik menanti “tangan besi” Kepala Dinas untuk melakukan pembenahan internal.

“Komitmen itu harus berwujud kebijakan yang bersih dan transparan. Jika yang terjadi hanya bongkar-pasang jabatan tanpa perbaikan sistem, maka optimisme yang digembar-gemborkan di media hanyalah janji berulang yang kehilangan makna,” tambahnya.

Harapan Publik, Kualitas di Atas Segala-galanya

Kini bola panas ada di tangan Kepala Dinas Pendidikan Deli Serdang. Masyarakat menunggu apakah kebijakan ke depan akan benar-benar berpihak pada profesionalisme atau justru kembali terjebak dalam kepentingan non-akademik.

Kepercayaan publik adalah taruhannya. Jika komitmen ini terbukti nyata, Deli Serdang berpeluang menjadi barometer pendidikan di Sumatera Utara. Namun jika gagal, maka pernyataan-pernyataan manis yang selama ini tersaji akan selamanya dianggap sebagai retorika kosong belaka.

(MHS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *