Example 728x250.

SDN 153064 Lopian 1 Tapteng Memprihatinkan, Guru PPPK Tiga Bulan Belum Digaji

banner 120x600

Cakrawalanational.news-Tapteng, Kondisi Sekolah Dasar (SD) Negeri 153064 Lopian 1, Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, memprihatinkan. Sebanyak dua kali diterjang banjir dalam kurun beberapa bulan terakhir hingga menyebabkan sejumlah fasilitas pendidikan mengalami kerusakan.

Banjir pertama terjadi pada Selasa (25/11/2025) dan kembali melanda pada Minggu (16/2/2026). Peristiwa tersebut mengakibatkan sejumlah sarana dan prasarana sekolah rusak, termasuk ruang guru, kantor sekolah, dan perpustakaan.

Berdasarkan pantauan awak Media di lokasi Rabu (11/3/2026), halaman sekolah hingga kini masih tergenang air sehingga belum dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para siswa.

Selain itu, pagar permanen di area sekolah juga tampak mengalami kerusakan (roboh) setelah diterjang arus banjir yang melanda kawasan Kelurahan Lopian Satu.

Akibat kerusakan tersebut, ruang kantor guru dan perpustakaan tidak lagi dapat digunakan. Para guru pun terpaksa menyesuaikan aktivitas kerja dengan memanfaatkan halaman depan kelas sementara.

Pasca banjir pertama, penanganan awal sempat dilakukan oleh pihak salah satu pihak terkait. Situasi sempat bersih dan area sekolah sudah membaik. Namun setelah kondisi sempat kembali normal, banjir kembali terjadi pada Februari 2026 dan kembali merusak sejumlah fasilitas yang sebelumnya telah dibersihkan.

Dalam proses pemulihan, Tim relawan dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) turut membantu membersihkan ruang-ruang kelas agar kegiatan belajar mengajar dapat segera kembali berlangsung.

Berkat tersebut, ruang kelas akhirnya dapat digunakan kembali dan kegiatan proses belajar mengajar tetap berjalan.

Meski demikian, kondisi lingkungan sekolah hingga saat ini belum sepenuhnya pulih. Halaman sekolah masih tergenang air sehingga belum dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh para siswa.

Kondisi tersebut membuat pihak sekolah harus meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas siswa, khususnya saat jam istirahat, karena area halaman belum sepenuhnya aman untuk digunakan.

Di tengah kondisi tersebut, muncul pula keluhan dari salah seorang guru berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang enggan disebutkan namanya. Ia mengaku hingga kini gaji mereka belum dibayarkan selama sekitar tiga bulan.

“Pada kesempatan ini kami ingin menyampaikan bahwa kami sangat sedih karena upah kami hingga saat ini belum juga dibayarkan. Sudah sekitar tiga bulan belum cair, sementara sebentar lagi kita akan memasuki Hari Raya Idul Fitri,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian terhadap kondisi para tenaga pendidik tersebut, terlebih menjelang hari raya.

“Kami berharap pemerintah daerah dapat membantu dan memberi perhatian kepada kami. Kiranya pemerintah dapat mengasihani kami, terlebih di saat-saat seperti ini menjelang Lebaran,” tambahnya.

Di sisi lain, para siswa juga berharap agar kondisi sekolah mereka dapat segera diperbaiki. Salah seorang siswa, Yolia Mendrofa, berharap halaman sekolah dapat segera dipulihkan agar mereka bisa kembali bermain dengan nyaman.

“Kami berharap halaman sekolah bisa segera diperbaiki supaya saat waktu istirahat kami bisa bermain lebih leluasa,” katanya.

Sementara itu, Kepala SD Negeri 153064 Lopian 1 Kecamatan Badiri, Tapanuli Tengah hingga berita ini diturunkan belum memberikan tanggapan. Upaya konfirmasi melalui nomor telepon yang diberikan oleh salah seorang rekan kepala sekolah juga belum mendapatkan respons.

Masyarakat berharap pemerintah daerah serta pihak terkait dapat segera mempercepat proses pemulihan fasilitas pendidikan di sekolah SD 1 Lopian ini, agar kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung secara normal dan aman bagi para siswa.(Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *