Cakrawalanational.news-Bangka Barat, Antrean panjang kendaraan terjadi di SPBU 24.333.161 Sangku, Kecamatan Tempilang, Kabupaten Bangka Barat, Selasa (10/3/2026). Ratusan kendaraan roda dua, mobil pribadi hingga truk pengangkut sawit mengular menuju SPBU setelah proses pengisian BBM sempat terhenti akibat gangguan jaringan komunikasi.
Petugas SPBU menjelaskan, gangguan sinyal dari provider menyebabkan sistem digital pengeluaran BBM tidak dapat berfungsi.
“Penyebab antrean karena sinyal Telkomsel di kantor tidak berfungsi dengan baik, sehingga sistem tidak bisa memproses pengeluaran BBM sementara waktu,” ujar petugas SPBU.
Akibatnya, kendaraan yang terus berdatangan menumpuk hingga menutup sebagian badan jalan.
Salah satu sopir truk sawit asal Desa Sangku, Rama, mengaku sudah menunggu lebih dari dua jam untuk mendapatkan solar.
“Saya sudah antre dua jam lebih. Kalau terlalu lama, pengangkutan sawit ke pabrik bisa tertunda,” ujarnya.
Menurutnya, jika solar habis sebelum gilirannya tiba, para sopir terpaksa menunggu lebih lama bahkan bermalam hanya untuk mendapatkan BBM.
Selain gangguan teknis, antrean juga dipicu kepanikan warga yang khawatir terhadap ketersediaan BBM. Angga (40), pekerja tambang timah laut Tempilang, mengatakan banyak masyarakat berbondong-bondong mengisi BBM setelah beredar informasi terkait keterbatasan stok BBM nasional.
“Masyarakat panik karena ada informasi stok BBM Indonesia hanya cukup sekitar 21 hari,” katanya.
Namun bagi warga Tempilang, antrean panjang BBM bukan hal baru. Mereka menilai distribusi BBM di daerah sering kali tidak stabil meski pasokan dari Pertamina disebut tetap berjalan.
“Antri BBM hampir setiap hari. Padahal distribusi katanya normal. Jadi masyarakat juga bertanya-tanya sebenarnya BBM itu ke mana,” ujar seorang warga.
Hingga menjelang sore, antrean kendaraan masih terlihat di jalan menuju SPBU Sangku Tempilang. Para pengendara tetap menunggu giliran mengisi BBM di tengah kekhawatiran akan ketersediaan bahan bakar.
(Tim/CNN)


.












