Example 728x250.

Di Tengah Luka Banjir Bandang, Warga Sibio-bio Pertanyakan Bantuan

banner 120x600

Cakrawalanational.news-Tapteng, Luka akibat banjir bandang yang menerjang Desa Sibio-bio, Kabupaten Tapanuli Tengah, belum sepenuhnya pulih. Di tengah duka kehilangan anggota keluarga, rumah, dan sumber mata pencaharian, sejumlah warga korban bencana mengaku hingga kini belum menerima bantuan dari pemerintah desa.

Keluhan tersebut disampaikan perwakilan keluarga korban, Sibaya Agus Laoli, kepada kru Cakrawalanational.news melalui sambungan telepon, Kamis (26/2/2026).
Ia menyebutkan, para penyintas masih bertahan di posko pengungsian Sibio-bio yang berada di Desa Muara Sibutuon, Kabupaten Tapanuli Tengah.

“Kami sudah berbulan-bulan tinggal di posko. Hidup serba kekurangan. Kami kehilangan keluarga, rumah, dan mata pencaharian. Tapi sampai sekarang, kami merasa belum diperhatikan,” ujarnya.

Menurutnya, sedikitnya tiga keluarga korban masih berada di pengungsian tanpa kepastian bantuan yang memadai. Mereka mengaku belum menerima bantuan sebagaimana yang disebut-sebut telah disalurkan kepada warga terdampak lainnya.

Para korban juga mendengar adanya kunjungan Kapolres ke wilayah tersebut yang dikabarkan membawa bantuan bagi warga terdampak. Namun hingga kini, mereka mengaku belum menerima bantuan tersebut.

“Kami dengar ada bantuan yang masuk. Tapi kami yang benar-benar tidak punya apa-apa ini belum menerima apa pun. Kami harus bagaimana lagi?” katanya.

Mereka pun menyampaikan kekecewaan terhadap Pemerintah Desa Sibio-bio, khususnya kepada Kepala Desa, Damianus Zendarato, yang dinilai belum maksimal hadir di tengah kondisi warganya.

Sementara itu, Kepala Desa Sibio-bio, Damianus Zendarato, saat dikonfirmasi menyatakan bantuan telah tersedia dan sudah diinformasikan kepada masyarakat melalui kepala dusun agar diambil langsung ke rumahnya.

“Saya sudah menyampaikan kepada masyarakat untuk mengambil bantuan di rumah, karena sampai sekarang bantuan tersebut masih berada di rumah saya,” ujarnya melalui sambungan telepon.

Awak media kemudian melakukan konfirmasi kepada Camat Sibabangun. Saat dihubungi pada Kamis sore (26/2/2026), Camat menyampaikan bahwa dirinya telah menanyakan langsung kepada Kepala Desa Sibio-bio terkait persoalan tersebut.

Menurut Camat, Kepala Desa menjelaskan bahwa jumlah bantuan yang tersedia masih terbatas.

“Jawaban kepala desa kepada saya, bantuan itu hanya sedikit. Rencananya akan dipergunakan saat kegiatan gotong royong. Karena kalau dibagi sekarang, dikhawatirkan bisa menimbulkan kecemburuan atau sakit hati di antara warga,” ujar Camat kepada awak media, menirukan penjelasan Kepala Desa.

Dengan demikian, Camat menegaskan bahwa penjelasan tersebut merupakan keterangan dari Kepala Desa saat dikonfirmasi, bukan kebijakan dari pihak kecamatan.

Hingga berita ini diterbitkan, klarifikasi resmi secara tertulis dari Kepala Desa Sibio-bio belum diterima redaksi.

Para korban berharap adanya solusi konkret dan transparan terkait mekanisme distribusi bantuan, mengingat kondisi mereka yang masih tinggal di pengungsian dan belum memiliki sumber penghasilan tetap.

“Kami sudah kehilangan keluarga dan segalanya. Kami hanya ingin diperhatikan. Jangan sampai kami hanya dijadikan data atau angka semata,” tegasnya.

Kru Cakrawalanational.news Tapanuli Tengah akan terus mengawal perkembangan persoalan ini dan memperbarui informasi setelah memperoleh keterangan lanjutan dari pihak-pihak terkait.

Bencana mungkin telah merenggut banyak hal dari warga Desa Sibio-bio. Namun harapan akan kepedulian dan keadilan masih tersisa. Publik kini menantikan langkah nyata dari para pemangku kebijakan.

(Red/CNN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *