Cakrawalanational.news–Bangka Barat, Seleksi Duta Generasi Berencana (Genre) Bangka Barat 2026 yang digelar di Aula Gedung Batu Rakit, Kompleks Pemkab Bangka Barat, Rabu pagi, menjadi penanda kuat arah pembangunan kepemudaan di daerah tersebut.
Kegiatan yang dipimpin langsung Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Bangka Barat, Sarbudiono, ini bukan sekadar ajang seleksi remaja berprestasi. Lebih dari itu, ia menjadi ruang strategis pembinaan generasi muda sebagai fondasi pembangunan manusia di Bangka Barat.
Sarbudiono menegaskan, Duta Genre merupakan bagian dari program nasional yang diinisiasi oleh BKKBN melalui gerakan Generasi Berencana (Genre). Program ini dirancang untuk membentuk remaja sebagai agen perubahan di lingkungan sekolah dan komunitasnya.
“Alhamdulillah, kegiatan Genre ini dalam rangka menampung aspirasi generasi muda. Ini kegiatan yang sangat bermanfaat dan dilaksanakan secara nasional,” ujarnya.
Instrumen Pembangunan Manusia
Dalam perspektif pembangunan sosial, Duta Genre berfungsi sebagai instrumen edukasi sebaya (peer educator). Para peserta yang berasal dari SMA, SMK, dan MA disiapkan untuk menyuarakan pentingnya pendidikan, kesehatan reproduksi, serta perencanaan masa depan yang matang.
Sarbudiono menekankan bahwa fokus utama program ini adalah pencegahan putus sekolah dan pernikahan usia dini—dua isu yang masih menjadi tantangan di berbagai daerah.
“Lewat Genre, mereka menjadi corong pemerintah. Jangan sampai ada anak putus sekolah. Carilah ilmu setinggi-tingginya. Pemerintah membuka peluang seperti beasiswa, manfaatkan itu,” tegasnya.
Pesan tersebut sejalan dengan semangat perubahan regulasi melalui Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 yang menaikkan batas usia perkawinan sebagai langkah perlindungan terhadap hak pendidikan dan kesehatan remaja.
Kepemimpinan Humanis
Suasana seleksi di Gedung Batu Rakit memperlihatkan pendekatan kepemimpinan yang tidak sekadar administratif. Sarbudiono tampak menyapa peserta secara langsung, berdialog tentang cita-cita mereka—mulai dari guru, perawat, anggota TNI, hingga wirausahawan muda.
Salah satu peserta dari wilayah pesisir bahkan menyampaikan kekhawatirannya terkait keterbatasan biaya pendidikan. Sarbudiono merespons dengan menjelaskan berbagai peluang beasiswa serta mendorongnya tetap melanjutkan pendidikan.
Di momen tersebut, kebijakan pembangunan terasa personal dan membumi.
Bagi Sarbudiono, Duta Genre bukan sekadar program rutin tahunan, melainkan investasi jangka panjang.
“Mari generasi muda menatap masa depan dengan baik. Tantangan bukan untuk mematahkan semangat, tapi menjadi pemacu untuk berbuat lebih baik,” katanya.
Ia juga menyampaikan pesan inklusif kepada remaja yang telah menikah di usia muda agar tetap optimistis membangun keluarga yang sehat dan terencana.
Strategi Pembangunan Berbasis Karakter
Seleksi Duta Genre 2026 memperkuat citra Pemerintah Kabupaten Bangka Barat dalam menempatkan pembangunan manusia sebagai prioritas. Di tengah berbagai tantangan sosial remaja, pendekatan edukasi, pembinaan, dan pemberdayaan dinilai sebagai strategi jangka panjang yang berkelanjutan.
Para peserta tidak hanya mengikuti seleksi, tetapi juga membawa mandat sebagai duta perubahan di sekolah dan lingkungannya.
Dari Gedung Batu Rakit, pesan itu ditegaskan kembali: masa depan Bangka Barat tidak hanya dibangun melalui infrastruktur fisik, tetapi melalui karakter, pendidikan, dan kesiapan generasi mudanya.
Melalui Duta Genre 2026, Sarbudiono menanamkan komitmen bahwa pembangunan manusia adalah warisan kepemimpinan yang paling fundamental dan berkelanjutan.
(BELVA AL AKHAB/CNN)


.












