Example 728x250.

Takjil dan Tradisi: Kerukunan Beragama di Kota 1.000 Kue Mentok

banner 120x600

Cakrawalanational.news-Bangka Barat, Di Mentok, Bangka Barat, Ramadhan bukan hanya ibadah umat Islam, tapi juga bahasa perjumpaan dan kerukunan. Bazar Ramadhan Kampung Tanjung menjadi contoh nyata toleransi, dengan warga dari berbagai latar agama membeli takjil dan berbagi kue.

“Sudah jadi kebiasaan keluarga,” ujar Hendrawan, warga keturunan Tionghoa Mentok, yang membeli kue bangkit untuk dibagikan ke tetangga Muslimnya. “Kalau Imlek mereka kirim kami makanan juga. Kami saling jaga.”

Siti Aminah, penjual kue, menyusun kue bangkit dengan senyum. “Di sini semua saling kenal. Kalau Natal atau Imlek kami ikut datang. Kalau Ramadhan mereka ikut beli takjil. Tidak pernah terasa berbeda,” katanya.

Mentok, dengan masjid tua dan klenteng-klenteng bersejarah, menunjukkan contoh kerukunan beragama yang hidup dalam kebiasaan sehari-hari. Data dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Bangka Barat menunjukkan komposisi masyarakat Mentok yang majemuk.

“Yang beli macam-macam. Ada yang pakai peci, ada yang pakai kalung salib, ada yang biasa saja. Semua senyum,” kata Firmansyah, pedagang es buah.

Bazar Ramadhan menjadi panggung kebudayaan yang tidak direncanakan, tetapi diwariskan. Julukan Mentok sebagai Kota 1.000 Kue bukan sekadar promosi wisata, tapi metafora tentang keberagaman rasa dan manusia.

Penulis : Belva Al Akhab & Satrio

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *