Example 728x250.

Warga Sibio-bio Pertaruhkan Nyawa Seberangi Sungai, Keluarga Korban Banjir 2025 Keluhkan Minimnya Tindak Lanjut

banner 120x600

Cakrawalanational.news-Tapteng, Derasnya arus Sungai Muara Sibuntuon kembali memaksa warga Desa Sibio-bio, Kecamatan Sibabangun, Kabupaten Tapanuli Tengah, mempertaruhkan nyawa demi pulang ke kampung halaman mereka, Selasa (17/2/2026). Sejumlah anak bahkan harus diseberangkan menggunakan karung dan tali pengaman setelah sungai meluap akibat hujan deras sehari sebelumnya.

Hujan dengan intensitas tinggi mengguyur Desa Muara dan Desa Sibio-bio pada Senin (16/2/2026), bertepatan dengan hari pekan.
Saat itu, warga Desa Sibio-bio tengah berada di Desa Muara untuk berbelanja kebutuhan pokok selama sepekan. Curah hujan yang turun hampir sepanjang hari menyebabkan debit air Sungai Muara Sibuntuon meningkat drastis hingga tidak dapat diseberangi.

Akibatnya, warga tertahan di Desa Muara dan terpaksa mengungsi sementara di rumah kerabat sambil menunggu air surut.

Memasuki Selasa pagi, hujan mulai reda dan permukaan air perlahan menurun. Namun arus sungai masih deras dan berbahaya. Meski demikian, sebagian warga nekat menyeberang karena mengingat anak-anak yang ditinggalkan di Desa Sibio-bio serta kebutuhan keluarga yang harus segera dipenuhi.

Dengan peralatan seadanya, warga Desa Muara membantu proses penyeberangan. Anak-anak yang tidak mampu berenang diikat menggunakan tali pengaman. Salah satu anak, Marcel Mendrofa, putra dari Murniati Zebua, warga Desa Sibio-bio yang berdomisili di Sosopan, dimasukkan ke dalam karung untuk memudahkan proses penyeberangan di tengah arus yang masih kuat.

Beberapa warga dewasa dilaporkan hampir terseret arus. Namun berkat kerja sama dan pertolongan warga yang berjaga di kedua sisi sungai, seluruh warga berhasil selamat tanpa korban jiwa.

Luka Lama Banjir 2025

Peristiwa tersebut kembali membuka luka lama tragedi banjir yang terjadi pada (25/11/2025) lalu. Dalam kejadian itu, tiga anggota keluarga Mei Yaman Zebua turut menjadi korban.

Dua korban, yakni mertua laki-laki dan adik dari istrinya, ditemukan atas upaya keluarga bersama masyarakat dan aparat desa setempat. Namun hingga kini, jasad mertua perempuannya belum ditemukan.

“Kami sudah mencari dari hulu sampai hilir sungai selama berbulan-bulan. Sampai sekarang belum ditemukan,” ujar Mei Yaman Zebua, yang akrab disapa Bapak Josua, kepada kru Cakrawalanational.news, Rabu malam (18/2/2026).

Menurutnya, setelah keluarga melayangkan surat kepada pemerintah daerah, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) tingkat kecamatan bersama TNI dan Polri sempat turun hampir tiga bulan setelah kejadian. Namun pencarian yang dilakukan dinilai tidak efektif karena hanya berupa penyisiran manual di sekitar aliran sungai.

Pihak keluarga kemudian menolak penyisiran lanjutan dan meminta langkah lebih konkret, termasuk pengecekan data makam massal di UPTD Puskesmas Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, serta identifikasi terhadap makam tanpa identitas yang diduga berkaitan dengan korban banjir.

“Kami hanya meminta agar dilakukan pengecekan data dan identifikasi makam yang tidak dikenal. Tetapi sampai saat ini belum ada tindak lanjut atas permintaan kami,” katanya.

Desakan Pembangunan Jembatan

Warga Desa Muara dan Desa Sibio-bio menilai kondisi tersebut menunjukkan perlunya perhatian serius pemerintah daerah terhadap infrastruktur penghubung kedua desa. Jembatan permanen dinilai menjadi kebutuhan mendesak karena selama ini sungai menjadi satu-satunya akses utama masyarakat untuk beraktivitas, termasuk kegiatan ekonomi dan pendidikan.

Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah bersama instansi terkait segera merealisasikan pembangunan jembatan serta meningkatkan sistem mitigasi bencana, guna mencegah risiko korban jiwa di masa mendatang.

Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak pemerintah kecamatan maupun kabupaten terkait tindak lanjut permintaan keluarga korban maupun rencana pembangunan jembatan penghubung tersebut.

(YAS/CNN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *