Cakrawalanational.news-Pangkalpinang, Desakan agar anggaran pendidikan madrasah tidak dihapus kembali menghangat di Kepulauan Bangka Belitung (Babel). Pasalnya, Persatuan Guru Madrasah Indonesia Raya (PGMI) Provinsi Babel mendesak pemerintah untuk mempertahankan alokasi dana tersebut dalam audiensi dengan Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Didit Srigusjaya, pada Senin (2/2/2026).
“Madrasah dan SMA swasta harus mendapat kesempatan yang adil untuk berkembang. Termasuk pondok pesantren yang bisa dijembatani melalui program CSR perusahaan,” kata Sulaeman, perwakilan PGMI Babel.
Sementara, Didit Srigusjaya menanggapi aspirasi tersebut dengan komitmen untuk memperjuangkan kepentingan guru madrasah.
“Saya pastikan guru madrasah tidak berjuang sendirian. Kami di DPRD akan memperjuangkan agar anggaran pendidikan agama dan guru madrasah tidak dipotong,” tegas Didit.
Didit juga telah menghubungi Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Babel untuk memastikan anggaran hibah bantuan pendidikan bagi madrasah tidak dihapus.
“Anggaran itu sudah dianggarkan di DPRD, dan kami akan memperjuangkannya,” ujarnya.
Dengan komitmen ini, Didit berharap guru madrasah dapat fokus dalam mencerdaskan generasi muda Bangka Belitung tanpa khawatir akan keberlangsungan anggaran pendidikan.
(Hr)


.












