Nunuk: Guru wajib memastikan data kepegawaian, pemenuhan beban kerja, serta status rekening bank dalam kondisi aktif
Cakrawalanational.news-Jakarta, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memastikan pengelolaan anggaran Tunjangan Profesi Guru (TPG) ASN tahun 2026 yang mencapai Rp72,2 triliun dilakukan dengan prinsip kehati-hatian tinggi.
Besarnya alokasi anggaran negara tersebut menuntut sistem penyaluran yang presisi. Terlebih, skema pencairan kini telah diubah dari triwulan menjadi bulanan, yang menuntut validasi data yang lebih cepat (real-time) dan akurat.
Untuk menjamin dana tersebut tepat sasaran, Kemendikdasmen melalui Direktorat Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru (Dirjen GTKPG) kini menerapkan sistem yang terintegrasi penuh dengan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) nasional.
“Kami menggunakan sistem terintegrasi untuk menjamin transparansi dan akurasi. Koordinasi lintas kementerian, khususnya dengan Kementerian Keuangan, terus dilakukan intensif agar tidak ada sumbatan dalam proses pencairan,” tegas Dirjen GTKPG, Nunuk Suryani, dalam keterangan resminya, Jumat (30/01/2026).
Ujian pertama sistem baru ini telah berjalan. Hingga akhir Januari 2026, Kemendikdasmen sukses memverifikasi dan merekomendasikan pembayaran TPG bulan Januari bagi 1,2 juta guru ASND.
Namun, Nunuk mengingatkan agar para guru tidak terlena. Kelancaran sistem ini sangat bergantung pada kedisiplinan guru dalam memutakhirkan data.
“Guru wajib memastikan data kepegawaian, pemenuhan beban kerja, serta status rekening bank dalam kondisi aktif. Kesalahan teknis data individu bisa menghambat sistem penyaluran otomatis ini,” imbau Nunuk.
Ia menekankan, investasi negara sebesar Rp72,2 triliun ini bukan sekadar bantuan sosial, melainkan penghargaan kinerja. Oleh karena itu, output yang diharapkan adalah peningkatan kompetensi.
“Pemerintah sudah hadir dengan anggaran besar. Kami mengajak guru membalasnya dengan kinerja terbaik. Pendidikan bermutu hanya lahir dari guru profesional,” tambahnya.
Reformasi tata kelola anggaran ini mulai dirasakan dampaknya di tingkat tapak. Endah Wahyuningsih, Guru SDN Pehwetan 1 Kediri, menjadi salah satu bukti bahwa sistem penyaluran bulanan berjalan efektif.
“Kami sudah menerima pencairan bulanan. Ini bukti nyata perbaikan sistem yang sangat kami rasakan manfaatnya,” ungkap Endah.
Senada, Zulianti, Guru TK Negeri Pembina Bantul, menilai kepastian pencairan ini membuat guru lebih tenang bekerja.
“Sistem yang lebih baik ini membuat penghargaan atas kerja keras kami terasa lebih nyata dan tepat waktu,” pungkasnya.
(MM)


.












