Cakrawalanational.news-Keretak, Perayaan tahunan lebaran adat Ruwahan di Desa Keretak, Bangka Tengah, mencapai puncaknya dengan kemeriahan yang luar biasa. Jalan-jalan di desa ini dipadati oleh kendaraan roda dua dan empat, menciptakan kemacetan yang signifikan.
“Perayaan Ruwahan ini adalah yang terbesar dalam setahun, bahkan melebihi lebaran Idul Fitri dan Idul Adha,” kata Kades Keretak, Ahmad Nurihsan.

Ahmad Nurihsan mengungkapkan bahwa perayaan ini merupakan hasil dari pelestarian tradisi yang diwariskan oleh leluhur. Ia juga mengungkapkan rasa syukurnya atas dilestarikannya hari Ruwahan ini.
Dalam perayaan ini, masyarakat Desa Keretak telah melakukan persiapan keuangan untuk memenuhi kebutuhan makanan pas hari perayaan .
Sementara dalam acara Adat tersebut semua warga mengantar nasi dan lauk-pauk (nganggung) ke masjid untuk makan bersama tamu dari luar Desa.
Momentum ritual ini setiap menjelang bulan Sya’ban. Acara didahului bersih-bersih kubur disertai membaca yasin dan doa, kemudian acara diteruskan nganggung ke Masjid dengan ala ‘Sepintu Sedulang’.
“Kami masyarakat sebelumnya sudah melakukan persiapan sebelum hari H untuk menyajikan tamu dari luar dan nganggung bersama di Masjid serta menerima tamu di rumah seperti hari raya besar. Masing-masing rumah semua bersedekah,” jelasnya.

Nurihsan menambahkan bahwa perayaan Ruwahan ini telah berkoordinasi dengan pihak instansi terkait, termasuk pemerintah daerah provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), kabupaten Bangka Tengah, dan Kepolisian, untuk memastikan kelancaran acara.
“Kami disini telah berkoordinasi dengan pihak instansi terkait mulai dari provinsi, kabupaten dan pihak kepolisian,” pungkasnya. (Hr)


.












