Example 728x250.

Dua Proyek Gedung UBB Senilai Rp14,4 Miliar Molor, Kontraktor Kena Denda

banner 120x600

Cakrawalanational.news-Pangkalpinang, Dua proyek pembangunan gedung di Universitas Bangka Belitung (UBB) mengalami keterlambatan pengerjaan, memicu dugaan pelanggaran keterbukaan informasi publik. Proyek yang dimaksud adalah Gedung Operasional Riset dan Mutu Pendidikan (LPPM-LPMPP) dan Gedung Balai Utama De Universitaria.

Gedung LPPM-LPMPP yang dikerjakan oleh PT Utama Buana Internusa baru mencapai progres 80% dengan nilai kontrak Rp5,6 miliar. Kontraktor dikenakan denda keterlambatan Rp5,6 juta per hari karena masa pelaksanaan kontrak telah habis.

“Kendala utama adalah keterlambatan pengiriman material dari luar daerah. Item yang belum selesai meliputi pengecatan, plaster beton, hingga pemasangan paving block,” kata Selamat Riyadi, Konsultan Supervisi CV Demensia Arch.

Pihak perusahaan dilaporkan baru dibayar sebesar 70% dari nilai kontrak. Sementara itu, Gedung Balai Utama De Universitaria senilai Rp8,8 miliar juga mengalami keterlambatan. Akses menuju lokasi proyek ditutup total menggunakan pagar seng oleh petugas keamanan kampus, menghambat tugas jurnalistik.

“Tindakan ini dinilai kontroversial karena dianggap menghambat tugas jurnalistik sebagaimana diatur dalam Pasal 18 UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers, dengan ancaman pidana penjara 2 tahun atau denda Rp500 juta bagi siapa saja yang sengaja menghambat kerja pers,” kata sumber.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Rahmat Iskandar, belum memberikan respons terkait proyek ini. Keterlambatan pengerjaan proyek ini memicu polemik dan dugaan kejanggalan dalam proses tender.

Hasil pantauan di lapangan, lokasi proyek LPPM-LPMPP banyak terlihat tumpukan material seperti batu bata, pasir, dan material bangunan lainnya. Wisnu, teknisi bangunan, mengakui bahwa pengerjaan proyek ini terlambat dan baru mencapai 80%.

Keterlambatan proyek ini memicu kekhawatiran akan kualitas dan ketepatan waktu penyelesaian. Masyarakat dan pihak terkait berharap agar proyek ini dapat diselesaikan dengan baik dan transparan.

(GP/CNN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *