Cakrawalanational.news-Bantan,
Bupati Belitung H.DjoniH Alamsyah Hidayat, S.Sos.resmikan pembukaan
Festival De’ Belantu yang digelar di Lapangan Sepakbola Desa Bantan, Kecamatan Membalong pada Rabu 28 Januari 2026, menjadi magnet baru bagi masyarakat dan pelaku UMKM lokal (29/1/2026).
Festival De’ Belantu ini menjadi momentum untuk membangkitkan kembali kesenian lokal yang hampir punah, sekaligus memberi ruang bagi UMKM Desa untuk berkembang.
Hadir pada acara festival tersebut, Bupati Belitung H.Djoni Alamsyah Hidayat,S.Sos,Wakil Bupati (Wabup) Belitung Syamsir,S.Ikom,Wahyu Afandi Anggota DPRD Kabupaten Belitung, Camat Membalong, Kepala Desa, Tokoh masyarakat serta OPD Kabupaten Belitung.

Dalam sambutannya Bupati Belitung
H Djoni Alamsyah Hidayat,S.Sos. menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi daerah tidak boleh hanya terpusat di wilayah perkotaan, tetapi harus tumbuh dan berkembang dari desa.
“Desa memiliki peran strategis sebagai penyangga utama, khususnya dalam sektor pangan dan perekonomian masyarakat.
Kita ingin masyarakat desa memiliki kepercayaan diri, semangat, dan keyakinan bahwa pertumbuhan ekonomi juga bisa lahir dari desa, bukan hanya dari kota,” ujar Bupati.
Sepanjang tahun 2025, Pemkab Belitung telah menggelar berbagai festival tahunan yang menonjolkan pariwisata dan budaya pesisir, seperti Festival Pesona Belitung Beach, Festival Payung Lilin, Festival Batu Mentas dan Festiva Literasi Belitung.
Djoni berharap kegiatan tersebut menjadi pemicu bagi desa-desa lain untuk terus berkreasi dalam mengembangkan UMKM dan potensi lokal.
Ia mengapresiasi penyelenggaraan Festival de’ Bellantu di desa yang dinilai mampu memicu perekonomian lokal melalui pemberdayaan UMKM, mempererat silaturahmi, memperkuat gotong royong, serta melestarikan budaya daerah,”harapnya.
“Kuatan kabupaten dimulai dari desa. Mari berkolaborasi, memanfaatkan potensi lokal dan menjadi pendukung keberhasilan pembangunan daerah,” kata Djoni.

Acara yang diselenggarakan selama lima hari kedepan,dikunjungi warga dari berbagai desa di Kecamatan Membalong hingga wilayah sekitarnya,
Produk UMKM makanan laut khas Desa Padang Kandis, produk UMKM Gunung Riting dan Desa Bantan mendapat sambutan positif dari pengunjung.
Penanggung jawab Festival De’ Belantu, Wahyu Afandi yang juga anggota DPRD Kab.Belitung mengatakan, festival ini dirancang sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian budaya sekaligus penguatan ekonomi masyarakat Desa.
“Festival ini menjadi momentum untuk membangkitkan kembali kesenian lokal yang hampir punah, sekaligus memberi ruang bagi UMKM Desa untuk berkembang,” ujarnya.
Lanjut,tak hanya menjadi ajang ekonomi, Festival De’ Belantu juga menjadi ruang temu masyarakat sekaligus sarana hiburan yang selama ini jarang hadir di Kecamatan Membalong.
Beragam hiburan rakyat, pertunjukan musik, hingga pementasan seni tradisional membuat suasana desa semakin hidup, terutama pada malam hari, pementasan ini sekaligus menjadi upaya memperkenalkan kembali budaya lokal kepada generasi muda,”ucap wahyu.
Sejumlah kesenian tradisional seperti beripat beregong, berebut lawang, campak darat hingga lesung panjang kembali ditampilkan dan mendapat perhatian besar dari pengunjung,”kata wahyu.
Wahyu berharap Festival De’ Belantu dapat dijadikan agenda tahunan, melihat besarnya antusiasme masyarakat dan dampak positif yang dirasakan langsung oleh pelaku UMKM serta warga desa,”harapnya.
Penutup,puncak kegiatan diakhiri dengan jalan santai massal yang diikuti hampir 5.000 peserta dan disebut sebagai jumlah peserta terbanyak yang pernah tercatat di Kecamatan Membalong.
Melalui kegiatan seperti Festival De’ Belantu, diharapkan wisatawan tidak hanya berkunjung ke destinasi utama, tetapi juga masuk ke desa sehingga manfaat ekonominya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Festival De’ Belantu sendiri menjadi wadah hiburan sekaligus promosi potensi lokal Desa Bantan dan wilayah Membalong,”tutup wahyu.
(Sn/CNN)


.












