Example 728x250.
BERITA  

Keluarga Korban Banjir Bandang Tapanuli Tengah Lakukan Tabur Bunga dan Syukuran

banner 120x600

Cakrawalanational.news-Tapanuli Tengah, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Projurnalismedia Siber (PJS) Kabupaten Sibolga-Tapteng, Yasiduhu Mendrofa Akrab di panggil “Yasmend” menghadiri acara tabur bunga dan syukuran atas meninggalnya kakaknya, I. Liber, suaminya A. Liber, dan ponakannya, Rahmat Jaya, yang menjadi korban banjir bandang pada 25 November 2025 di Desa Sibio-bio, Dusun 4, Kecamatan Sibabangun, Kabupaten Tapanuli Tengah.

Acara ini dilaksanakan pada Kamis, 18 Desember 2025, di lokasi kejadian, dan dihadiri oleh keluarga korban, Paman, tokoh Agama, mahasiswa UMTS Padang Sidempuan rekan Almarhum Rahmat Jaya Zendrato, rombongan KSP CU Dosnitahi Pinang Sori, Pemerintah setempat, tokoh-tokoh masyarakat, pemuda masyarakat, dan pihak lainnya.

Dalam sambutannya, Yasmend menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran masyarakat dan pihak terkait. “Kami sangat berterima kasih atas kehadiran bapak/ibu dan saudara-saudara sekalian dalam acara tabur bunga dan syukuran ini. Semoga arwah kakak, suami-istri A. Liber dan I. Liber, serta ponakan kami, Rahmat Jaya, dapat diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa,” ujar Yasmend.

Acara tabur bunga dan syukuran ini juga merupakan wujud harapan keluarga korban, anggota keluarga Korba bencana yang meninggal dunia juga tidak dapat sampai saat ini, dapat di terima di sisi yang maha kuasa dan damai dalam sorga.

Yasmend juga menyampaikan kata-kata penghiburan kepada ponakan atau anak kedua Almarhum yang ditinggal:
“Kata-kata penghiburan yang saya berikan, berharap selalu tetap jaga persaudaraan. Sekarang kalian menjadi orang tua bagi adik kalian yang satu lagi, yaitu Erni Satika. Terlebih ponakan ku perempuan yang telah nikah, mari tetap solid dan mendukung orang abangmu yang tiga. Jangan kalian sampai menjauh dan juga sebaliknya. Kami berharap, jangan karena tidak ada orang tua atau kakak saya, namun kalian semua melupakan kami dan menjauh serta sungkan. Saya berharap jangan seperti itu, janganlah para ponakanku menampakkan kepada kami kalau orang tua benar-benar sudah tidak ada,” ujar Yasmend dengan haru.

Ia juga akses jalan yang sangat sulit dilalui menuju Desa Sibio-bio. “Dulu bisa dilalui dengan roda dua, kini harus jalan kaki dan menyebrang beberapa titik sungai yang telah putus rambin dan jembatan. Akses jalan desa ini sudah tidak nampak lagi. Desa ini sangat membutuhkan perhatian penuh pemerintah kabupaten Tapanuli Tengah,” ujar Yasmend

Seperti penerangan juga Bagian kebutuhan utama sudah tak berfungsi yang mana tiang listrik sebelumnya tumbang. Hal ini juga di harapkan untuk dapat di perhatian pihak terkait dan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah, agar Desa Sibio-bio ini yang telah menjadi salah satu Desa terisolir, mendapatkan empati pemerintah Daerah di mana masyarakat sudah mengeluh dan menjerit selama 24 hari mereka mencoba mempertahankan hidup di desa ini, namun penuh kesulitan yang begitu menyakitkan, apa lagi dengan sulitnya kebutuhan pangan ini.

(Ms)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *