Cakrawalanational.news-Tanjungpandan, Komite Reformasi Untuk Belitong Masa Depan (KRUBMD) menggelar jumpa pers di kediaman H. Adjin, Jalan Kapten Saridin, Kelurahan Paal Satu, Tanjungpandan, pada Kamis (27/11/2025) pagi. Agenda ini digelar untuk menyikapi dinamika krisis kepemimpinan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) yang dinilai kian meresahkan masyarakat, khususnya di Belitung.
Dalam konferensi pers tersebut, hadir sejumlah tokoh penting di antaranya H. Soehadi Hasan, Ir. H. Suryadi Saman, H. Adjin, Rizal Tanjung, Sabriansyah, Firman, serta Wakil Ketua Lembaga Adat Melayu Belitong, Sapuan Ar.
Sorotan terhadap Krisis Kepemimpinan Babel
Ir. H. Suryadi Saman, salah satu tokoh yang hadir, menegaskan bahwa kondisi kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Bangka Belitung saat ini telah menimbulkan keresahan publik. Ia menyebutkan, KRUBMD bersama berbagai elemen masyarakat telah melakukan diskusi panjang sebelum akhirnya menyampaikan pandangan mereka kepada Kementerian Dalam Negeri.
“Kami telah melakukan diskusi panjang bersama berbagai elemen masyarakat dan kemudian menyampaikan pandangan mereka kepada Kementerian Dalam Negeri,” ujarnya.
KRUBMD menilai bahwa persoalan yang terjadi bukan sekadar dinamika politik, melainkan telah berdampak langsung pada kehidupan masyarakat. Menurut mereka, masyarakat Belitong selama 25 tahun merasakan ketidaksetaraan dalam perhatian pembangunan dibandingkan wilayah lain di Babel. Slogan kesetaraan yang selama ini dikampanyekan dianggap hanya menjadi “fondasi rapuh” yang tidak pernah benar-benar terwujud.
Isi Pernyataan Sikap KRUBMD
Dalam dokumen resmi yang dibacakan, KRUBMD menyampaikan beberapa poin penting, antara lain:
1. Mendesak penyelesaian persoalan kepemimpinan Gubernur–Wakil Gubernur Babel yang dinilai terlalu lama dibiarkan menggantung tanpa kejelasan.
2. Mendorong komunikasi yang lebih terbuka antara pemerintah pusat dan daerah, terutama terkait berbagai isu yang telah mereka sampaikan secara resmi.
3. Mengkritisi gaya komunikasi politik pemerintah daerah, yang menurut KRUBMD menciptakan kesan seolah tidak ada masalah, padahal terdapat ketidakselarasan dan persoalan tata kelola yang dirasakan masyarakat.
KRUBMD menegaskan bahwa seluruh poin sikap tersebut merupakan hasil dari aspirasi masyarakat yang mereka tampung dan suarakan.
Para tokoh KRUBMD juga mengingatkan bahwa perjuangan pembentukan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bukanlah semata proses politik, tetapi merupakan sejarah panjang perjuangan rakyat yang harus dihargai dan dijaga.
Menurut mereka, apa yang dilakukan KRUBMD saat ini merupakan bentuk kepedulian terhadap masa depan Belitong dan Babel secara keseluruhan, dengan tujuan mendorong perbaikan tata kelola pemerintahan demi kemaslahatan masyarakat luas.
Jumpa pers ini menjadi sinyal bahwa masyarakat dan tokoh-tokoh Belitong semakin intens menyuarakan kegelisahan terkait kondisi kepemimpinan daerah, sekaligus berharap pemerintah pusat segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan yang berlarut-larut tersebut.
(Sn)


.












