Cakrawalanational.news – Pandan, Kepolisian Resor (Polres) Tapanuli Tengah (Tapteng) Polda Sumatera Utara resmi menggelar Operasi Zebra Toba 2025 yang berlangsung selama 14 hari, mulai 17 hingga 30 November 2025.
Operasi ini bertujuan menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas melalui penertiban serta peningkatan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas di wilayah hukum Polres Tapteng.
Pada hari pertama pelaksanaan, operasi dipimpin langsung oleh Kasat Lantas Polres Tapteng, AKP Dela Antomi, SH, didampingi jajaran Satuan Lalulintas.
Kapolres Tapteng, AKBP Wahyu Endrajaya, Sik., M.Si., melalui Kasat Lantas AKP Dela Antomi menyampaikan bahwa operasi ini menyasar sejumlah pelanggaran prioritas yang berpotensi menyebabkan fatalitas kecelakaan.
“Sasaran utama kami adalah pelanggaran yang berpotensi menyebabkan korban jiwa, antara lain tidak menggunakan helm standar, pengendara di bawah umur, melawan arus, menggunakan ponsel saat berkendara, melebihi batas kecepatan, dan tidak menggunakan sabuk pengaman untuk pengendara roda empat,” ujar AKP Dela Antomi.
Pada hari pertama, sebanyak 65 pengendara diberikan sanksi teguran. Adapun rincian pelanggaran terbanyak yakni:
Tidak menggunakan helm: 40 pelanggar (20 teguran lisan, 20 tertulis)
Tidak memakai sabuk pengaman: 5 pelanggar (tertulis)
Menggunakan ponsel saat berkendara: 6 pelanggar (5 lisan, 1 tertulis)
Selain penindakan pelanggaran, pada hari pertama Operasi Zebra Toba 2025 juga terjadi satu insiden kecelakaan lalu lintas berupa tabrakan dua sepeda motor di Jalan Sibolga–Padangsidimpuan Km 5, tepatnya di Tano Ponggol, Sibuluan Nalambok, Kecamatan Pandan, sekitar pukul 10.38 WIB. Satu orang korban dilaporkan mengalami luka berat.
Selain penegakan hukum (gakkum), Polres Tapteng juga intens melaksanakan kegiatan sosialisasi (preemtif) keselamatan berlalu lintas, terutama kepada kalangan pelajar.
“Kami terus memberikan edukasi secara masif melalui media sosial, media cetak, radio, hingga pemasangan stiker dan spanduk di lokasi rawan pelanggaran dan kecelakaan,” ujar AKP Dela Antomi.
Kasat Lantas berharap dukungan seluruh masyarakat dalam menciptakan keamanan berlalu lintas.
“Kami mengajak masyarakat agar selalu melengkapi surat-surat kendaraan, menggunakan helm SNI atau sabuk pengaman, tidak menggunakan ponsel saat menyetir, serta mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama,” imbuhnya.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Tapteng, Ipda Dariaman Saragih, menegaskan bahwa Polres Tapteng akan terus mengimbau masyarakat untuk mengedepankan keselamatan dalam berkendara.
Operasi Zebra Toba tahun ini merupakan bagian dari upaya Polri untuk mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) di wilayah Tapanuli Tengah.
(Yas)


.












