Cakrawalanational.news-Pangkalpinang, Badan Pusat Statistik (BPS) Pangkalpinang merilis data inflasi year-on-year (y-on-y) pada bulan Oktober 2025 sebesar 1,96% dengan indeks harga konsumen (IHK) sebesar 106,58%. Inflasi ini disebabkan oleh kenaikan harga pada beberapa kelompok pengeluaran, terutama makanan dan transportasi.
Menurut data BPS, kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami kenaikan harga sebesar 6,00%, diikuti oleh kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,34%. Kelompok transportasi juga mengalami kenaikan harga sebesar 0,62%.

“Kami sangat senang dan menyambut baik rilis data inflasi ini. Data ini sangat penting untuk memantau naik dan turunnya harga barang atau jasa dan membantu pemerintah dalam mengambil keputusan strategis pengendalian inflasi,” kata Juhaini, Asisten 2 Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Senin (3/10/2025)
Pemerintah Kota Pangkalpinang berkomitmen untuk mengendalikan inflasi dan menjaga stabilitas perekonomian di daerah. “Kebijakan pengendalian inflasi di daerah harus dilakukan dengan cara kerjasama berkolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah,” tambah Juhaini.

Inflasi yang terjadi di Pangkalpinang ini diharapkan tidak akan berdampak besar pada perekonomian daerah. Namun, pemerintah tetap harus waspada dan siap menghadapi tantangan yang mungkin terjadi di masa depan.
Dengan demikian, pemerintah Kota Pangkalpinang diharapkan dapat terus memantau dan mengendalikan inflasi untuk menjaga stabilitas perekonomian di daerah.
(Zul)


.












